KLHK Gagalkan Penyelundupan Kayu dari Hutan Jambi Tujuan Jabodetabek

Truk berisi kayu ilegal dari hutan Jambi (Foto : HO/KLHK)

TANGERANG.NIAGA.ASIA – Operasi penindakan tim Gakkum KLHK terkait peredaran kayu ilegal yang berasal dari Provinsi Jambi dengan tujuan Tangerang, provinsi Banten, berhasil mengamankan 2 truk tronton bermuatan kayu ilegal sebanyak ±72 M3.

Operasi penindakan diawali adanya informasi dari masyarakat, tentang pengangkutan kayu ilegal yang berasal dari kawasan hutan di wilayah Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, dengan tujuan Jabodetabek.

Berdasarkan informasi, kayu itu diangkut dengan tujuan ke PD CJK, di Jalan Gatot Subroto Km 3,2 No 127, Kota Tangerang. Pada tanggal 4 Agustus 2020, tim Gakkum KLHK menemukan 2 truk tronton bermuatan kayu masuk ke CV CTB, di Jalan Gatot Subroto, KM-4 No 16, Kota Tangerang.

Kemudian tim menyergap dan pemeriksaan truk tronton di lokasi CV CTB, dan mendapati kayu tersebut diangkut dengan tujuan PD CJK, namun akan dikeringkan atau dioven dulu di CV CTB.

Hasil pemeriksaan awal tim Gakkum mendapati dokumen yang menyertai kayu tersebut palsu. Selanjutnya, tim mengamankan alat angkut 2 truk tronton, beserta muatan kayu, di TKP dan lokasi industri CV CTB dijaga oleh petugas SPORC.

Selain mengamankan barang bukti, tim Gakkum KLHK juga mengamankan 2 sopir, 1 karyawan PD CJK yang berada di CV CTB dan pemilik CV CTB untuk diperiksa oleh Penyidik KLHK. Pelaku diduga melanggar ketentuan Pasal 88 Ayat 1 huruf a dan b junto Pasal 14 huruf a dan b dan/atau Pasal 16 UU No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara.

Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan KLHK Sustyo Iriyono mengatakan, kegiatan operasi itu sebagai upaya memerangi peredaran kayu hasil pembalakan liar di wilayah Sumatera, yang masih saja terjadi. Kayu ilegal diedarkan dengan tujuan Jabodetabek dan sekitarnya.

“Keberhasilan operasi ini tidak lepas dari kegiatan intelijen yang telah memetakan jaringan dan pelaku, cukong kayu dan penampung kayu ilegal. Operasi ini merupakan bagian dari upaya penindakan kegiatan pembalakan liar yang merusak kawasan hutan di wilayah Sumatera,” kata Sustyo, melalui keterangan tertulis diterima Niaga Asia, Kamis (6/8).

Sementara itu, Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani menegaskan, KLHK tidak berhenti untuk melawan pelaku kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan. Khususnya, illegal logging dan peredaran kayu illegal.

“Kami terus melakukan operasi penindakan illegal logging, dibeberapa lokasi di Indonesia, termasuk di Papua, Papua Barat, Maluku, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi. Dan kali ini, kami menindak kayu ilegal asal Sumatera,” kata Ridho.

Ridho menambahkan, Illegal logging merupakan kejahatan yang luar biasa. Karena menimbulkan kerugian bagi negara dan masyarakat baik ekonomi maupun ekologi. Kekayaan hayati kita akan hilang kalau hutan mengalami kerusakan.

“Jangka panjang bencana ekologis mengancam kehidupan masyarakat, banjir, longsor dan kekeringan. Pelaku kejahatan khususnya cukong atau pemodal serta penampung kayu ilegal ini sudah seharusnya dihukum seberat-beratnya. Mereka adalah penjahat yang mencari keuntungan atas kerugian negara dan penderitaan orang banyak akibat kejahatan ekologis yang mereka lakukan,” ujar Ridho. (006)

Tag: