hibah
Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI, Subiyanto menandatangani berita acara hibah tanah dari PT Gunung Bayan Pratama disaksikan Gubernur Kaltim, H Awang Faroek Ishak. (Foto: Penrem 091/ASN)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Kodam VI/Mulawarman menerima hibah tanah dari PT. Gunung Bayan Pratama Coal tahap pertama yang diserahkan seluas 1.723 hektar  yang direncanakan untuk pembangunan satuan baru yaitu Batalyon Infanteri 612 di Kabupaten Kutai Barat dan  sertifikat tanah pengganti milik Kodam VI yang dipakai  untuk Jalan Tol Balikpapan-Samarinda.

Dalam acara yang sama Gubernur Kaltim, H Awang Faroek Ishak juga menandatangani  kesepakatan bersama antara PT. Insan Bara Perkasa dengan Pemerintahan Provinsi Kalimantan Timur tentang hibah lahan untuk pembangunan politeknik energi dan pertambangan di Pendopo Lamin Etam Komplek Kantor Gubernur Kaltim, Senin (9/4/2018).

Sesuai MoU antara Panglima TNI dengan PT. Gunung Bayan Pratama Coal, dan Bupati Kutai Barat, hibah tanah yang direncanakan diserahkan seluas 5.000 Ha berlokasi di Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur dan akan diserahkan secara bertahap.

Pangdam VI/Mulawarman, Mayor Jenderal TNI Subiyanto mengatakan, hibah tanah ini tentunya sangat membantu Kodam VI/Mulawarman dalam upaya pengembangan gelar satuan khususnya dalam pembangunan sarana dan prasarana sehingga dapat meningkatkan moril dan semangat serta motivasi kerja prajurit dan satuan.

“Sesuai rencana strategis Kodam dalam pengembangan satuan, tanah yang dihibahkan ini, direncanakan akan digunakan untuk pembangunan satuan baru yaitu pembangunan Batalyon Infanteri 612 baik sarana prasarana, homebase, perumahan serta sarana latihan untuk peningkatan profesionalisme prajurit,” kata Pangdam.

Dijelaskan pula,  dengan adanya pembangunan pangkalan baru ini, diharapkan dapat membantu pemerintah, baik pusat maupun daerah terutama untuk mempercepat pembangunan di daerah terpencil, khususnya yang ada di wilayah Kutai Barat.

“Pembangunan pangkalan Batalyon Infanteri 612 ini, tentunya juga akan membuka sentra-sentra ekonomi baru yang secara perlahan akan berdampak pada perubahan dan perkembangan ekonomi di wilayah  tersebut,” kat Mayjen Subiyanto.

Selain itu pembangunan Batalyon Infanteri 612 memiliki peran strategis sebagai implementasi program pemerintah membangun daerah melalui peningkatan infrastruktur ekonomi serta untuk mendukung program-program prioritas pemerintah yang terkait dengan tugas pokok TNI dalam menjaga kedaulatan Negara.

“Saya harap pengembangan satuan TNI AD bisa diikuti dengan pengembangan infrastruktur masyarakat oleh pemerintah daerah serta membuka daerah-daerah yang terpencil guna memudahkan distribusi barang dan jasa guna meningkatkan kesejah-teraan masyarakat di sekitar satuan TNI AD,” kata Pangdam. (001)

Berita Terkait