aa

aa
Aggota Komisi I Setiyoko ( kiri) dan Sekertaris Komisi I, Abdul Malik. (Foto Ismail)

BONTANG.NIAGA.ASIA-Sekretaris  Komisi I DPRD Bontang Abdul Malik meminta kepada Pemkot Bontang untuk segera mengumumkan jumlah penerima beasiswa dan besaran beasiswa yang diterima pemohon ditiap jenjang pendidikan diumumkan.

“Mengingat saat ini tengah masuk tahun ajaran baru. Kalau bisa secepatnya ditentukan kuota penerima beasiswa, agar dapat segera di manfaatkan para mahasiswa kota Bontang,” kata Malik dalam rapat  kerja dengan Bagian Sosial Pemerintah Kota Bontang di DPRD Bontang, Senin (28/1).

Rapat dipimpin Sekretaris  Komisi I, Abdul Malik dihadiri anggota Komisi I lainnya, Setyolo Waluyo. Sedangkan dari Pemkot Bontang dihadiri langsung Kepala Bagian Sosial Sekertariat Daerah  Bontang, Aguswati dan stafnya, Ilham Wahyudi.

Anggota Komisi I, Setyoko Waluyo dalam rapat kerja itu mengemukan, Dewan seharusnya sudah mendapatkan informasi tentang jumlah penerima beasiswa dan besaran uang beasiswa untuk masing-masing jenjang pendidikan. “Ada mahasiswa asal Bontang di Makassar merasa kebingungan terkait mekanisme pemberian beasiswa,” kata Setyoko.

Beberapa mahasiswa mempertanyakan kenapa beasiswa yang diberikan sangat kecil dan penerima pun sangat sedikit. “Mahasiswa  bertanya kepada saya, adakah beasiswa untuk paska sarjana (S2) serta apa ada beasiswa untuk melakukan penelitian-penelitian di paska sarjana apakah ini ada di Bontang,” kata Setyoko.

Pemerintah Kota Bontang di Tahun Anggaran 2019 (APBD-Murni) mengalokasikan dana Rp2 miliar untuk beasiswa. Alokasi dana beasiswa tahun 2019 meningkat dibandingkan tahun anggaran 2017 dan 2018. Menurut Kepala Sub Bagian Sosial Pemerintah Kota Bontang Ilham Wahyudi, tahun anggaran 2017 alokasi dana beasiswa di APBD Bontang Rp1,5 miliar, dan tahun 2018 Rp1,5 miliar. “Tahun ini di APBD-Murni 2019 ada peningkatan Rp500 juta,” ujar Ilham saat melaksanakan rapat bersama Komisi 1 DPRD Bontang, Senin (28/01/2019) pagi tadi.

Dijelaskan pula, karena alokasi anggaran semakin besar,  maka semakin besar kuota (jumlah siswa/mahasiswa) yang bisa memperoleh beasiswa. Apabila pemohon beasiswa melampau pagu anggaran, maka dipastikan ada pemohon yang tidak terkoper permohonannya.

Proses penyaluran sejak dari mengajukan permohonan secara online. Untuk pengumam beasiswa sudah kami lakukan dengan sistem online di website e-beasiswa.bontangkota.co.id. “ Pemkot Bontang akan membuka pendaftaran beasiswa  April 2019,” kata Ilham.

Kuota beasiswa

aa
Kepala Bagian Sosial Pemkot Bontang, Aguswati dan Ilham Wahyudi. (Foto Ismail)

                Kabag Sosial, Aguswati menjawab pertanyaan anggota Komisi I menerangkan, kuota beasiswa di APBD Bontang tahun anggaran 2019 mencakup beasiswa bagi mahasiswa atau mahasiswi Kota Bontang yang mengecam pendidikan pendidikan Diploma 3 (D3), Diploma 4 (D4) mapun Srata 1 (S1).

Selain itu ada juga beasiswa yang berasal dari Pemprov Kaltim melalui Beasiswa Kaltim Cemerlang, dimana dikelola Dinas Pendidikan Bontang dengan sasaran penerimanya siswa dari masyarakat kurang mampu, serta Beasiswa Stimulan untuk mahasiswa berprestasi. “Pada tahun anggaran 2018 di APBD-Murni dan Perubahan untuk beasiswa stimulan  anggaran Rp1,5 miliar dengan  mahasiswa penerima 525 mahasiswa,” ujarnya.

Aguswati mengatakan, untuk beasiswa Rp2 miliar di APBD-Murni 2019, dia belum mengetahui jumlah penerimanya termasuk besaran beasiswa diterima di masing-masing jenjang pendidikan. “Surat Keputusan (SK) penetapan dari nilai akan menerima besasiswa belum di tetapkan jadi kuota untuk 2019 belum bisa diketahui,” ungkapnya.Diterangkan pula, pada tahun 2018 tiadak ada alokasi beasiswa paska sarjana maupun untuk  penelitian  bagi mahasiswa paska sarjana. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *