Komisi I DPRD Samarinda: Tanah Warga Disertifikatkan Oknum Tak Bertanggung Jawab

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, H Joha Fajal dan anggota lainnya berbicara dengan warga yang tanahnya disertifikatkan oknum tak bertanggungjawab ke BPN Samarinda. (Foto Dok Niaga.Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Komisi I DPRD Samarinda kini mecermati kasus pensertifikatan tanah warga  ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) oleh oknum tak bertanggungjawab  tanpa sepengetahuan warga yang sudah bertahun-tahun menguasai dan menempatinya.

“Banyak warga baru mengetahui dan menyadari tanah yang mereka tempati sudah disertifikatkan orang lain ketika mengurus sertifikat dengan alas hak SKPT (Surat Keterangan Penguasaan Tanah) yang mereka miliki,” kata  Nursobah, anggota Komisi I DPRD Samarinda, Jumat (29/7/2022).

Kasus pensertifikatan tanah warga oleh oknum tak bertanggung jawab itu, lanjutnya, juga menimpa warga RT 30 Kelurahan Handil, Kecamatan Palaran.

“Kami juga telah meninjau tanah warga RT 30 itu, Jum’at lalu (22/7/2022),” lanjutnya.

Menurut Nursobah, warga RT 30 tersebut baru mengetahui tanahnya sudah disertifikatkan orang lain saat mengajukan permohonan penerbitan sertifikat atas tanahnya di BPN. Tapi ketika dicek di buku tanah di BPN, tanah warga itu sudah ada sertifikatnya atas nama orang lain, yang tak dikenal warga,” kata Nursobah, mengutip penjelasan warga.

Kerugian warga, tentu tidak hanya pada soal tak bisa mensertifikatkan tanahnya sendiri, tapi secara hukum sudah kehilangan hak atas tanahnya sendiri. Ini sangat merugikan masyarakat dan bisa jadi masalah besar yang dampaknya sangat luas.

Menurut Nursobah, dulu juga ada percobaan oleh pihak tertentu membuat mensertifikatkan tanah warga RT 30 yang merupakan bagian dari lahan yang diperuntukkan bagi transmigran, tapi gagal.

“Tapi kali ini rupanya, oknum berhasil mensertifikatkan,” sambungnya. (fj)

Tag: