Syafruddin
Syafruddin, Ketua DPW PKB Kaltim.

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Komitmen Cak Imin (Muhaimin Iskandar) dalam rangka maju menjadi calon Wakil Presiden Periode 2019-2024 berpasangan dengan Presiden, Joko Widodo yang dipastikan akan kembali maju sebagai calon presiden untuk menjaga kerukunan umat dalam keberagaman, menjaga dan merawat kebhinekaan, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Perkembangan politik akhir-akhir ini menunjukkan adanya kondisi yang “mengkhawatirkan” dalam kerukunan. Itu yang mendorong Cak Imin maju sebagai cawapres. Kami di PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) percaya figur Cak Imin mampu memikul apa yang menjadi komitennya tersebut, menjaga kerukunan dalam kebersamaan, merawat kebhinekaan, dan NKRI,” ungkap Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin dalam kegiatan Diskusi Publik “Menakar Potensi Cak Imin Pada Pilpres 2019” di Samarinda, Selasa (17/4/2018).

Dalam diskusi tersebut PKB Kaltim bersama Sahabat Muda Muhaimin menghadirkan nara sumber DR. Iman Surya, Dosen Fisipol Unmul, Carolus Tuah, Direktur Pokja 30 Kaltim, dan Charles Siahaan, Pemimpin Redaksi Media Online Berita Kaltim.Co. Diskusi dipandu Ismail dari Sahabat Muda Muhaimin.

Menurut Syafruddin, ketika kondisi seperti saat ini dimana ancaman akan kerukunan intern dan antar umat beragama sudah di depan mata, diperlukan figur pendamping presiden yang bisa intens berkomunikasi dengan tokoh-tokoh agama lintas organisasi ada pada Cak Imin.

“Konsep yang diusung Cak Imin merawat bangsa ini adalah pokok-pokok pikiran Gusdur (KH Abdurrahman Wahid) dan Soekarno, artinya menyelaraskan nilai-nilai agama dengan nasionalisme dalam rangka menjaga NKRI,” kata Syafruddin.

diskusi
Diskusi Publik “Manakar Potensi Cak Imin di Pilpres 2019”

Cak Imin dengan latar belakang NU (Nahdlatul Ulama) ditambah masih berusia muda, dan hitung-hitungan perolehan suara PKB di Pileg 2014 lalu, yakni sekitar 11 jutaan, lanjut Syafruddin, serta komitmen politiknya, diharapkan mendapat dukungan umat, baik yang dari kaum muda maupun kaum tua. “Kami dari PKB akan bekerja terus hingga bulan Agustus untuk menaikkan popularitas dan elektabilitas Cak Imin,” ujarnya.

Sementara itu Iman Surya mengatakan, tidak ada larangan bagi siapapun untuk mencalonkan diri baik sebagai wakil presiden maupun presiden. Apa yang berkembang saat ini barulah awal dari perjuangan politik seorang Muhaimin Iskandar. “Bagus-bagus saja Cak Imin maju, posisinya sebagai ketum PKB, berlatar belakang NU, dan berusia muda akan memberikan pembelajaran politik yang positif,” ujarnya.

Sedangkan Carolus Tuah melihat dalam pileg dan pilpres yang dilaksanakan bersamaan, saat politisi meminta dukungan, pemilih akan mempertanyakan janji-janji politiknya maupun partainya yang belum dilaksanakan. “Rasanya apa-apa yang dijanjikan politisi dan partainya di pileg dan pilpres 2014 lalu masih diingat masyarakat, dan masyarakat tahu apa yang belum dilunasi,” kata Tuah.

Pimpred Media Online Berita Kaltim.Co, Charles Siahaan mengungkapkan, majunya Cak Imin sebagai cawapres memberikan angin segar kepada generasi muda, Cak Imin yang baru berusia 51 tahun dan berani mencalonkan diri sebagai cawapres akan menarik perhatian dan minat generasi muda untuk berpolitik. “Anak muda perlu memberikan dukungan  kepada generasi muda ke kursi pimpinan nasional,” kata Charles. (001)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *