Komoditas  Nonmigas Kaltim Mulai Masuk Pasar Pakistan dan Uni Emirat Arab

Foto BPS Kaltim.

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Total nilai ekspor nonmigas ke 13 negara tujuan pada Desember 2025 adalah sebesar US$1.806,45 juta yang mengalami peningkatan sebesar US$442,22 juta (32,42 persen) dibandingkan dengan November 2025.

Kondisi tersebut terutama dipengaruhi oleh peningkatan nilai ekspor ke beberapa negara tujuan utama seperti Pakistan yang naik sebesar US$81,65 juta (tidak dilakukan ekspor pada bulan sebelumnya), Uni Emirat Arab yang naik sebesar US$58,70 juta (tidak dilakukan ekspor pada bulan sebelumnya), dan ke pasar tradisional seperti India, naik sebesar US$62,39 juta (34,00 persen).

Hal itu diungkap Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim,  Ariyanti Cahyaningsih SST., M.Si, dan Vivi Azwar SP, M.Si. dalam konferensi pers secara daring hari ini, Senin (2/2/2026).

Secara kumulatif Januari–Desember 2025, ekspor nonmigas ke 13 negara tujuan utama turun sebesar 13,83 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Selama periode Januari–Desember 2025, Tiongkok merupakan negara tujuan ekspor utama yang memiliki peranan terbesar dengan nilai ekspor sebesar US$6.637,93 juta (34,85 persen), diikuti India dengan nilai sebesar US$3.030,10 juta (15,91 persen), dan Filipina sebesar US$1.552,22 juta (8,15 persen).

Sumber: BPS Kaltim

“Total nilai ekspor nonmigas Provinsi Kalimantan Timur pada periode Januari–Desember 2025 ke kawasan ASEAN sebesar US$4.150,31 juta dengan peranan sebesar 21,79 persen terhadap total ekspor nonmigas. Sementara itu, nilai ekspor nonmigas ke kawasan Uni Eropa sebesar US$269,02 juta dengan peranan 1,41 persen terhadap total ekspor nonmigas,” kata Ariyanti.

Ekspor menurut sektor

Ariyanti menambahkan, jika dirinci menurut sektor dan dibandingkan dengan bulan sebelumnya, peningkatan nilai ekspor total pada Desember 2025 disebabkan oleh naiknya nilai ekspor pada sektor nonmigas maupun nilai ekspor migas.

Sumber: BPS Kaltim

Peningkatan ekspor nonmigas dialami oleh semua sektor dengan peningkatan tertinggi terjadi pada sektor pertanian yang naik sebesar 580,65 persen. Sementara itu, ekspor komoditas hasil tambang dan hasil industri mengalami peningkatan masing-masing sebesar 13,58 persen dan 113,23 persen.

“Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terjadi hal yang sebaliknya yaitu sektor migas maupun nonmigas mengalami penurunan. Penurunan sektor nonmigas disebabkan karena turunnya ekspor hasil tambang sebesar 13,14 persen meskipun ekspor hasil industri dan hasil pertanian mengalami peningkatan masing-masing sebesar 38,46 persen dan 177,63 persen,” paparnya.

Pada periode Januari–Desember 2025, komoditas hasil tambang tetap menjadi andalan ekspor Provinsi Kalimantan Timur dengan peranan sebesar 69,51 persen. Hasil industri berada pada posisi kedua dengan peranan sebesar 20,66 persen, dan nilai ekspor migas pada posisi ketiga dengan peranan 9,72 persen.

Nilai ekspor menurut pelabuhan muat

              BPS juga melaporkan, tiga pelabuhan yang memberikan sumbangan terbesar terhadap total nilai ekspor Provinsi Kalimantan Timur pada Desember 2025 adalah Pelabuhan Balikpapan (US$730,70 juta), Pelabuhan Samarinda (US$418,74 juta), dan Pelabuhan Bonthan Bay (US$361,96 juta).

Sumber: BPS Kaltim

Jika dibandingkan dengan November 2025, nilai ekspor dari 5 pelabuhan utama mengalami peningkatan sebesar 42,64 persen, yaitu dari sebesar US$1.390,83 juta pada November 2025 menjadi sebesar US$1.983,87 juta pada Desember 2025.

“Selama periode Januari–Desember 2025, nilai ekspor dari Pelabuhan Balikpapan menyumbang 27,65 persen terhadap total ekspor Provinsi Kalimantan Timur, kemudian diikuti Pelabuhan Samarinda sebesar 20,26 persen, dan Pelabuhan Bonthan Bay sebesar 14,59 persen,” ungkapnya Ariyanti.

Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan

Tag: