Kontraktor Trestel PPI Sebatik Gagal Selesaikan Pekerjaan

TRESTEL-Proyek trestel tidak selesai
Pekerjaan trestel yang gagal diselesaikan PT Michelindo Cahaya Rejeki. (budi anshori)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-PT Michelindo Cahaya Rejeki dari Surabaya, kontraktor pelaksana pembangunan cause way atau trestel ke Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sei Pancang, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan gagal menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak, yakni 180 hari kelender.

Kepala Sentra Perikanan dan Kelautan Terpadu (SPKT) Wira Hadi Santoso mengatakan, kontraktor pelaksana kegiatan dermaga PPI Sebatik telah meninggalkan lokasi kegiatan pada akhir bulan Desember dengan menyisakan sekitar 40 persen pekerjaan. “Mungkin sekitar 60 persen telah dikerjakan, nah selanjutnya kami belum mengetahui apakah putus kontrak atau kembali dilanjut dengan perusahaan yang sama,” ucapnya.

SPKT Sebatik dalam hakekatnya hanya ditugaskan sebagai pengawas kegiatan. Selebihnya, segala kegiatan dari pelelangan kegiatan hingga pembuatan dokumen ataupun pelaksanaan pembangunan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

Proyek dermaga PPI senilai Rp 53.698.006.000 dukucurkan dari anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Tujuan pembangunan ini untuk mendukung SPKT Pulau Sebatik meningkatkan pelayanan perdagangan perikanan dan pengawasan.

Namun begitu, hingga akhir tahun 2017, pembanguan trestle dermaga PPT sepanjang 950 meter dengan rincian, pancang cause way 200 meter dan trestel 750 meter mangkrak, padahal kontraktor telah diberikan addendum perpanjangan waktu pekerjaan selama 1 bulan. “Kontrak proyek dimulai bulan 16 Mei dan berakhir 180 hari atau berakhir di 8 November 2017, tapi diberikan perpanjangan waktu hingga akhir Desember,” ujar Wira.

Penghentian total pekerjaan dermaga PPI dibuktikan dengan tidak adanya kegiatan PT Michelindo Cahaya Rejeki – Surabaya sebagai pemenang tender sejak tanggal 1 Januari 2018. meski begitu, peralatan kerja seperti kapal tongkang dan lainnya masih dilokasi.

Wira menyebutkan, pembangunan Cause Way Trestel PPI Sebatik dipastikan berlanjut, karena jika melihat kondisi dilapangan saat ini, beberapa tiang beton pondasi masih belum terpasang dan lantai-lantai dermaga belum dilakukan pengecoran. “Sepertinya harus dilanjutkan, kan mustahil asset itu dibiarkan mangkrak, lagi pula masih banyak tiang beton belum terpasang,” bebernya.

Selain pembangunan Cause Way Trestel PPI, Kemenetrian Kelautan dan Perikanan juga membangun ruang pendingin atau cold storage yang kini telah rampung dan siap dioperasikan. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan, kami telah meningkatkan kekuatan daya listrik.

Sama halnya dengan cold storage, pekerjaan dana kementerian pada pembangunan darat berupa kegiatan geronteng, Kantor SPKT serta balai pertemuan telah dinyatakan rampung,dan saat ini bangunan kantor SPKT telah difungsikan setelah mendapat izin pemerintah pusat.

“Dana Kementerian ada 4 kegiatan yang masing-masing kontraktornya berbeda dan hanya Cause Way Trestel yang mangkrak, sedangkan 3 kegiatan lainnya rampung,” tuturnya. Terpisah dari dana Kemenetrian, di tahun yang sama dilaksanakan pula pekerjaan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Provinsi Kaltara senilai Rp 4 milair sebagai sarana pendukung fasilitas tambahan SPKT sebatik.

Pekerjaan DAK tersebut meliputi, pembangunan jalan masukSPKT sebatik, pembangunan pintu gerbang pagar, timbunan lahan dan bangunan Tempat Penyimpanan Ikan (TPI). Semua kegiatan telah terlaksana sesuai rencana dan rampung diakhir tahun 2017 lalu. “Untuk DAK rampung sesuai rencana dan kita berharap pekerjaan jalan masuk dilanjutkan dengan pengerasan semen atau aspal,” kata Wira.(002)

Tag: