Korban Bentrok di Palaran Bertambah jadi 7 Orang

Brimob dikerahkan amankan lokasi bentrok di Palaran, Sabtu (10/4). (Foto : istimewa)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Dua kelompok warga di Handil Bakti, Palaran, bentrok jelang tengah hari tadi, dipicu masalah lahan. Korban bertambah jadi 7 orang, setelah sebelumnya 4 orang. Satu diantaranya tewas mengenaskan.

Penyelidikan sementara, polisi menyimpulkan ada provokasi sehingga terjadi bentrok. Polisi dengan cepat tiba di lokasi, untuk meredakan situasi. Bahkan, Brimob dan TNI ikut dikerahkan.

“Ada provokasi yang menyebabkan terjadinya penyerangan terhadap kelompok masyarakat,” kata Kabag Operasional Polresta Samarinda Kompol Andi Suryadi, ditemui wartawan di lokasi kejadian, Sabtu (10/4) sore.

Andi menerangkan, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman, memimpin langsung pengamanan lokasi kejadian usai bentrokan. “Juga ada dari Brimob dan TNI sebagai backup, untuk meredakan situasi agar terus kondusif,” ujar Andi.

“Untuk masalah yang terjadi ini, kami harap masyarakat Samarinda tidak terprovokasi kabar-kabar yang tidak benar, hoaks,” tambah Andi.

Berita terkait :

Bentrok Kelompok Warga di Palaran, Tiga Luka-luka dan Satu Tewas

Kepolisian memastikan melakukan upaya penegakkan hukum, untuk mencari dan menangkap pelaku tindak pidana penganiayaan. “Instruksi Kapolres, semua pelaku pidana harus ditangkap. Masyarakat tidak perlu khawatir. Semua pelaku pidana, siapapun itu, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Andi.

Keterangan diperoleh, korban bentrok menjadi 6 orang luka-luka, dan satu tewas mengenaskan. “Korban 7 orang, semua sudah di rumah sakit. Kita koordinasi dengan Camat, Lurah, untuk mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan hal-hal masalah baru,” sebut Andi.

“Saksi sementara kita periksa ada 4 orang, dan akan terus dikembangkan. Kita juga akan gelar patroli skala besar agar terus kondusif. Anggota sedang di lapangan, untuk mencari pelaku tindak pidana,” tambahnya lagi.

Andi juga merespons adanya penggunaan senjata berpeluru gotri saat bentrok. “Dari visum ada luka dari peluru gotri. Untuk alat bukti masih dikumpulkan. Ini terkait dengan semua alat bukti yang digunakan untuk melakukan tindak pidana,” pungkas Andi.

 

Penulis : Saud Rosadi | Editor : Saud Rosadi

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *