Korea Utara Tembakkan Dua Rudal Balistik ke Laut Jepang

Kim Jong-un’s. (Foto Reuters)

TOKYO.NIAGA.ASIA-Korea Utara dilaporkan menembakkan dua rudal balistik ke Laut Jepang – uji coba pertama mereka sejak Joe Biden menjadi presiden AS.

Pyongyang padahal dilarang menguji rudal balistik, yang dianggap sebagai senjata berbahaya, berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB.

Langkah Korut itu dikecam dua tetangganya, Korea Selatan dan Jepang, walau Tokyo mengatakan tidak ada puing-puing yang jatuh di wilayah perairannya.

Itu terjadi hanya beberapa hari setelah Korea Utara dilaporkan menembakkan dua rudal non-balistik ke Laut Kuning.

Komando Militer AS kawasan Pasifik, yang mengawasi pasukan militer AS di Asia-Pasifik, mengatakan uji coba tersebut menyoroti ancaman program senjata Korea Utara terhadap negara-negara tetangganya dan komunitas internasional.

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga pada hari Kamis (25/03) juga mengatakan tes tersebut merupakan ancaman terhadap “perdamaian dan keamanan” bagi Jepang dan kawasan.

Joe Biden belum secara resmi mengomentari uji coba terbaru ini.

Pada hari Selasa, ia menyepelekan peluncuran rudal non-balistik yang terjadi pada akhir pekan, dengan mengatakan AS tidak menganggapnya sebagai provokasi. Rudal jarak pendek itu diduga merupakan rudal artileri atau jelajah, yang tidak dilarang berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB tentang Korea Utara.

Pemerintah Jepang mengatakan Korea Utara menembakkan dua rudal itu sekitar pukul 7 pagi waktu setempat pada Kamis pagi. Rudal-rudal itu terbang masing-masing sejauh 420km dan 430km sebelum mendarat di perairan di luar zona ekonomi eksklusif Jepang. Tidak ada kerusakan yang diakibatkan pada kapal atau pesawat terbang.

Sementara itu Korea Selatan mengkonfirmasi bahwa dua “proyektil tak dikenal” telah ditembakkan dari Korea Utara, dan mengatakan sedang mengadakan pertemuan keamanan darurat.

Uji coba ini dilangsungkan ketika pemerintahan Biden terus berusaha melakukan kontak diplomatik dengan Korea Utara.

Pyongyang belum mengakui pemerintahan Biden, dan kedua negara masih berselisih mengenai program rudal nuklir dan balistik Korea Utara.

Fokus saat ini dari tim Gedung Putih yang baru dan sekutu-sekutunya ialah peninjauan atas kebijakan Korea Utara.

Sanksi selama puluhan tahun dan tiga pertemuan tingkat tinggi antara mantan Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un tidak berhasil mencegah Pyongyang mengembangkan persenjataan nuklir yang lebih besar dan lebih mematikan.

Sementara itu, awal bulan ini, AS menerima tahanan Korut pertamanya setelah Mun Chol Myung diekstradisi dari Malaysia. Mun adalah pengusaha yang dituduh melakukan pencucian uang melalui sistem keuangan AS untuk menyediakan barang-barang mewah di Korea Utara.

Sumber: BBC News Indonesia | Editor: Intoniswan

Tag: