
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Komando Resor Militer 091/Aji Suraya Natakesuma (Korem 091/ASN) selalu mencermati situasi terkini Kalimantan Timur (Kaltim) dan menyampaikan saran secara tertutup kepada kepala daerah dalam rapat Forkopimda dalam rangka mencari solusi menyelesaikan masalah yang timbul di masyarakat.
Misalnya, mencermati insiden berulang-ulangnya fender dan pilar jembatan Mahakam Mahakam Ulu (Mahulu) di Samarinda ditabrak ponton batubara dan ponton pengangkut kayu, karena telah menimbukan kecemasan di masyarakat.
“Jembatan Mahulu itu objek vital di Samarinda, jadi kami mencermati berulang-ulangnya fender dan pilar jembatan tersebut ketika ditabrak ponton,” tegas Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma (Danrem 091/ASN), Brigjen TNI Anggara Sitompul, S.I.P., M.Si. dalam acara Coffe Morning bersama seratusan wartawan hari ini, Rabu (28/1/2026) di di Aula Wira Yudha Korem 091/ASN di Samarinda, Kalimantan Timur.
Terkait serangkaian insiden ditabraknya fender dan fondasi jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) di Samarinda, menurut Danrem 091/ASN, insiden itu telah menimbulkan ke khawatiran serius akan keselamatan dan integritas struktur, atau kerapuhan infrastruktur.
Ada tiga insiden ditambarkanya fender dan fondasi jembatan Mahulu dalam waktu singkat, yaitu tanggal 3 Desember 2025, dan tanggal 4 Januari dan 26 Januari 2026. Dampak struktural dari seringnya fender dan fondasi tiang jembatan ditabrak adalah fender di P5 dan P6 telah hilang. Pilar 3, 4, 5, dan 6 rusak. Kondisi pilar 5 dan 6 tanpa fender sangat rawan benturan. Pilar jembatan tidak dirancang tahan ditabrak.
“Karena fender dan pilar jembatan Mahulu sering ditabrak, itu jelas ancaman nyata terhadap jembatan itu sendiri, kekhawatiran masyarakat meningkat tajam, karena jembatan Mahulu adalah nadi ekonomi dan sosial kota Samarinda,” kata Danrem 091/ASN.
Dikatakan pula, meski pengukuran visual jembatan Mahulu belum menunjukkan kemiringan, hilanya fender pada pilar 5 dan 6 meningkatkan risiko kerusakan parah di masa depan.
“Tanpa perlindungan fender, setiap benturan dari kapal tongkang berpotensi menyebabkan kerusakan fatal, mengancam keselatan pengguna dan kelangsungan operasional sebagai objek vital di Samarinda,” tegas Danrem 091/ASN.
Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan
Tag: Jembatan MahakamKorem 091 ASN