AA
Sayid Husen Assegaf. (Foto NIAGA.ASIA)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Terdakwa kasus korupsi pengadaan lahan untuk gedung Autis Center dan gedung Seni di Bontang tahun anggaran 2012, Sayid Husen Assegaf divonis 7 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp200 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar akan diganti dengan kurungan penjara selama 1 tahun.

Demikian putusan majelis hakim yang dipimpin Parmathoni didampingi hakim anggota Decky Velix Wagiju dan Arwin Kusmanta yang dibacakan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Samarinda, Rabu (7/8) sore.

Majelis hakim  menyatakan terdakwa Sayid terbukti secara dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang berakibat timbulnya kerugian Negara sebesar Rp7,6 miliar sebagaimana dalam dakwaan primer Jaksa Penuntut Umum (JPU) pasal 2 ayat (1) Undang-undang Nomor 20  tahun 2001 tentang perubahan UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain divonis 7,5 tahun, terdakwa juga dibebankan membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp4,6 miliar lebih dan memerintahkan kepada Jaksa menyita harta bendanya untuk dilelang dan apabila terdakwa tidak memiliki harta atau tidak cukup sebagai pengganti kerugian, maka  diganti dengan kurungan penjara selama 1 tahun.

“Gimana saudara terdakwa dan JPU atas putusan ini, anda berhak menyatakan menerima, pikir-pikir atau banding,” tanya Majelis hakim Parmathoni selepas mengetuk palunya.

“Saya pikir- pikir yang mulia,” sahut terdakwa Sayid.

Demikian pula dengan JPU Andi Yafrizal dari Kejari Bontang menyatakan pikir-pikir.

Seperti terungkap pada fakta persidangan sebelumnya, terdakwa Sayid melakukan perbuatan yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 6,7 miliar dari kegiatan pengadaan lahan untuk gedung Autis dan gedung Seni di Bontang.

Dalam perkara ini 24 orang saksi telah dihadirkan JPU dipersidangan.Terdakwa Sayid yang sebelumnya dituntut JPU 10 tahun penjara diketahui sebagai broker pembebasan lahan senilai Rp20 miliar. Dia ditetapkan sebagai tersangka pada bulan Maret lalu. Sebelum Sayid sudah ada dua orang pejabat pemerintah yang lebih dulu divonis bersalah dalam kasus ini. (007)

1 komentar “Korupsi Pengadaan Lahan Autis Center Bontang, Sayid Husen Assegaf Divonis 7,5 Tahun Penjara

  1. I see you don’t monetize niaga.asia, don’t waste your traffic, you can earn extra cash every month
    with new monetization method. This is the best adsense alternative for any type of website (they approve all sites), for
    more info simply search in gooogle: murgrabia’s tools

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *