KPPBC Nunukan Amankan Ribuan Kosmetik Malaysia Tanpa Pemilik di Kapal Sembako

Petugas KPPBC bersama Satgas Pamtas Yonarmed 18/Komposit memperlihatkan kosmetik hasil tangkapan di Sebatik. (foto Istimewa/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Nunukan, mengamankan ribuan pices kosmetik asal Malaysia, yang diselundupkan ke wilayah perbatasan Indonesia pulau Sebatik, Selasa (01/03/2022)

“Kosmetik ilegal tanpa pemilik  itu ditemukan di atas kapal yang sandar di pelabuhan tradisional Aji Kuning, Sebatik,” kata Pemeriksa Bea dan Cukai Pratama, Bidang Penindakan dan Penyidikan (P2) KPPBC Nunukan, Hadi Mulyono pada Niaga.Asia, Rabu (02/03/2022).

Penangkapan kosmetik sebanyak 6 kotak berukuran besar dengan merk Brilliant Skin berawal dari informasi Danki Pos Aji Kuning Satgas Pamtas Yonarmed 18/Komposit, terkait dugaan adanya kedatangan kapal dengan muatan barang terlarang.

Untuk memastikan kecurigaan, KPPBC bersama Satgas Pamtas melaksanakan sweeping dan pengawasan pada muatan-muatan kapal jongkong yang sandar di pelabuhan tradisional Aji Kuning, Sebatik.

“Ketika anggota merapat di lokasi dermaga, kita temukan kapal dengan muatan sembako dan terlihat pula kotak-kotak berisi kosmetik,” ujarnya.

Pembongkaran muatan kapal dilakukan sekitar pukul 08:00 Wita dan selama pemeriksaan tidak seorangpun datang mengaku sebagai pemiliknya, sehingga barang temuan diamankan untuk pos Satgas Pamtas untuk dicacat jumlahnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, kosmetik advanced rejuvenating facial sebanyak 200 set nilai barang Rp 33 juta, kosmetik jenis kojic acid soap sebanyak 65 pcs nilai barang Rp 1.950.000, facial cream sebanyak 938 pcs nilai barang Rp 56.280.000, facial toner sebanyak 826 pcs nilai barang Rp 53.690.000 dan pembungkus set kosmetik sebanyak 79 pcs nilai barang Rp 158.000

“Kalau ditotal ada ribuan kosmetik yang nilainya mencapai Rp 145.078.000. Kosmetik dikirim secara acak atau tidak dalam kemasan set,” ucapnya.

Hadi menuturkan, perdagangan kosmetik asal luar negeri yang tidak dilengkapi dengan izin Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM) tidak dibenarkan karena dikhawatirkan membahayakan bagi kesehatan konsumen.

Selain izin BPOM, mendatangkan produk kosmetik luar negeri ke dalam negeri harus dilengkapi dokumen perizinan sah dan jalur kedatangan barang hendaknya melalui kawasan pabean yang ditentukan pemerintah.

“Bea cukai akan terus bersinergi dengan Satgas Pamtas di wilayah perbatasan Sebatik dalam rangka pengawasan barang-barang ilegal,” tuturnya

Penegakan aturan pelarangan peredaran kosmetik ilegal mengacu pada Pasal 1 angka 4 Undang-Undang No 36 Tahun 2029 tentang kesehatan, dimana produk kosmetik termasuk dalam jenis sediaan farmasi.

Tiap barang tegahan hasil penangkapan yang berstatus Barang Dikuasai Negara (BDN) diberikan waktu selama 30 hari kepada pemiliknya untuk bisa mengajukan perizinan BPOM dan izin Pemberitahuan Impor Barang (PIB).

“Kalau selama 30 hari pemiliknya tidak bisa memenuhi izin, barang sitaan ditetapkan menjadi barang milik negara untuk selanjutnya dimusnahkan,” terangnya.

Penyelundupan kosmetik ilegal asal Malaysia ke wilayah Sebatik, biasanya didatangkan bersamaan barang-barang sembako dan kebutuhan lainnya untuk masyarakat perbatasan.

Perdagangan produk kecantikan baik sabun, krim, facial pabrikan Filipina yang beredar di Malaysia, cukup diminati masyarakat Indonesia, karena harga jual tergolong murah dibandingkan produk lokal.

“Ini tangkapan pertama tahun 2022, tahun 2021 ada kita amankan kosmetik sekitar 1.920 pcs kosmetik krim wajah,”

Penulis : Budi Anshori | Editor : Rachmat Rolau

Tag: