KPPBC Nunukan Saat Operasi Kerahkan Anjing Pelacak K9

Petugas KPPBC Nunukan bersama K9 memeriksa barang di perbatasan Sebatik. (foto Istimewa/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA– Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Nunukan, mengerahkan anjing pelacak jenis K9 dalam rangka operasi pencegahan peredaran masuknya barang haram di wilayah perbatasan.

Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan (P2) KPPBC Nunukan, Sigit Trihatmoko mengatakan, operasi pencegahan peredaran narkotika difokuskan pada kedatangan orang dan barang di Kecamatan Sebatik dan Kecamatan Sei Menggaris.

“Operasi pengawasan di wilayah perbatasan dimulai tanggal 26 sampai 31 Oktober bekerjasama Satgas Marinir Sebatik,” kata Sigit pada Niaga.Asia, Selasa (02/11).

Kerjasama pengawasan ini menitik beratkan pada kedatangan orang dan barang asal Malaysia, di dermaga tradisional seperti, dermaga Lalosalo, dermaga Aji Kuning dan dermaga Sei Pancang, Kecamatan Sebatik.

Community protector dilakukan pula di wilayah di Kecamatan Sei Menggaris, yang secara geografis berbatasan daratan dengan Malaysia, dengan tingkat kedatangan orang dan barang yang cukup tinggi setiap harinya.

“Operasi ini bisa dikatakan persiapan ketika nantinya Malaysia kembali membuka jalur penyeberangan ke wilayah Kabupaten Nunukan,” terang Sigit.

Selama operasi menggunakan anjing pelacak, petugas gabungan tidak menemukan adanya narkotika dalam barang bawaan ataupun produk – produk Malaysia yang datang menggunakan kapal tradisional di wilayah perbatasan.

Anjing pelacak K9 Bongo sempat mengendus satu sasaran mencurigakan, namun setelah diperiksa dan diteliti, tidak ditemukan adanya barang haram ataupun barang-barang mengandung Narkotika, Psikotropika dan Prekursor.

“Hasil operasi nihil temuan pelanggaran, anjing pelacak jenis Labrador Retriever ini bekerja sangat baik,” bebernya.

Selain di dermaga-dermaga kedatangan kapal bermuatan barang Malaysia, KPPBC bersama Fosgama Satgas Pamtas Yonarmed 18/ Komposit di wilayah Sei Menggaris, melakukan screening terhadap kendaraan, orang dan barang-barang.

Terhadap barang-barang yang tidak dapat dijangkau oleh anjing pelacak, petugas gabungan akan melakukan pemeriksaan secara fisik tanpa menimbulkan kerusakan yang dapat merugikan pemilik barang.

“Anjing ini tidak menggonggong atau menggigit dan menjilat, makanya tidak ada komplain dari masyarakat maupun pemilik barang,” ujarnya.

Sigit menjelaskan, unit K9 yang digunakan dalam operasi adalah milik Kanwil DJBC Kalimantan Wilayah Timur yang dipinjamkan selama satu minggu melaksanakan pengawasan khusus di wilayah perbatasan.

Operasi melibatkan instansi pemerintah ini bertujuan meningkatkan sinergi dan turut aktif dalam program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Giat ini bagian dari upaya DJBC Kalimantan Wilayah Timur melindungi negara dari masuknya barang-barang berbahaya berasal dari luar negeri,”

Penulis : Budi Anshori | Editor : Rachmat Rolau

Tag: