Ketua KPU Kabupaten Nunukan Rahman Sp (foto : Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Pelaksanaan Pilkada di masa pendemi Covid-19, dipastikan tidak menghilangkan hak politik bagi warga Indonesia, yang terpapar Covid-19 untuk menyalurkan hak pilihnya.

“Semua warga Indonesia berhak mengikuti Pemilu, selama yang bersangkutan layak secara aturan,” kata Ketua KPU Nunukan, Rahman SP, Senin (14/9).

Dia menerangkan, penderita Covid-19 diberikan pelayanan memilih dengan standar-standar yang telah ditentukan seperti, membuat bilik khusus dan menyiapkan kotak khusus yang letaknya berdekatan dengan bilik dan kotak pemilih umum (sehat).

Pembuatan bilik dan kotak khusus ini, bertujuan menghindari penularan Covid-19 dan memberikan rasa aman terhadap petugas TPS. Namun demikian, secara aturan, perlakukan khusus ini tidak berbeda dengan metode Pemilu lainnya.

“Informasi yang saya terima, tiap TPS disiapkan 1 kotak khusus untuk penderita Covid-19. Tapi kita lihat lagi kondisi perkembangan pendemi di Nunukan,” bebernya.

Pencegahan penularan Covid-19 diterapkan juga kepada semua petugas TPS. Mereka diminta menjalankan protokol kesehatan seperti halnya menggunakan masker, sarung tangan, kaca pelindung wajah (face shield), dan menyiapkan sarana cuci tangan.

Aturan lain yang harus dipenuhi adalah tiap orang yang memiliki suhu tubuh 37,03 derajat, dilarang masuk bilik umum. Pemilih harus masuk bilik dan kotak khusus. Oleh karena itulah, tiap TPS harus menyiapkan alat ukur suhu tubuh

“Untuk pengadaan logistik Pemilu, masih menunggu hasil data terakhir. Termasuk, logistik surat suara,” terangnya.

Saat ini, kata Rahman, KPU Nunukan masih memfinalkan perhitungan data logistik. Terutama, untuk kertas surat suara yang tidak boleh dicetak lebih dari jumlah Data Pemilih Tetap (DPT) ditambah 2,5 persen.

Penambahan surat suara 2,5 persen, banyak disalahartikan masyarakat. Bahwa jumlah tersebut, adalah kalkulasi dari jumlah total DPT di tiap TPS. Padahal penambahan ini berbasis dari jumlah TPS, bukan jumlah DPT Pemilu.

“Selama ini ada tanggapan salah terkait surat suara tambahan. Penghitungan bukan berdasarkan DPT, tapi berbasis jumlah TPS,” jelasnya.

Untuk diketahui, hasil rapat pleno KPU Nunukan per tanggal 13 September 2020 menyatakan, jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) sebanyak 114.664. Terdiri dari laki-laki 60.080 orang dan perempuan 54.584 orang, yang tersebar di 537 TPS. (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *