Krayan Dilanda Banjir, Pelajar Diliburkan

Curah hujan yang tinggi meyebabkan banjir terjadi di Kecamatan Krayan,Krayan Barat, dan Krayan Timur. (Foto: BPBD Nunukan/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Hujan deras yang melanda dataran tinggi Kecamatan Krayan,  Krayan Barat, dan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara dalam dua hari  terakhir mengakibatkan banjir, air merendam jalan dan fasilitas umum,

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan di Krayan, Mardoni Balang, mengatakan,  ketinggian air  banjir yang mencapai 1 meter melumpuhkan aktivitas perekonomian masyarakat dan kegiatan belajar dan mengajar, mulai dari SMP  maupun SMA.

“Kegiatan belajar  mengajar di Kecamatan Krayan dihentikan sementara, ketinggian air tidak memungkinkan bagi anak berangkat ke sekolah,” kata Mardoni pada Niaga.Asia, Rabu (25/02/2026).

Curah hujan dengan intensitas tinggi mulai terjadi sejak Senin (23/02) hingga kemarin malam. Cuaca mendung juga kembali terlihat tadi siang, kondisi ini sangat meresahkan masyarakat di perbatasan Krayan.

Akibat terganggu akses ke jalan umum, ancaman pemadaman listrik mungkin saja terjadi karena distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Krayan menuju lokasi mesin PLTD terpaksa dilakukan perlahan menggunakan jerigen.

“Hari ini listrik masih normal, tapi gak tahu besok-besok kalau akses jalan kasih terendam banjir pasti sulit mengirimkan BBM mesin listrik,” ujarnya.

Tidak hanya di Kecamatan Krayan, curah hujan tinggi terjadinya pula di Krayan Barat dan Krayan Timur. Banjir di tiga wilayah kecamatan tersebut bersumber dari meluapkan aliran sungai  Pa’ Lutut dan Pa’ Bawan di Krayan.

Mardoni menerangkan, ketinggian banjir di Krayan berpotensi semakin parah lantaran kondisi cuaca masih mendung berawan. Hal ini dikuatirkan semakin memperparah kerusakan jalan penghubung antar kecamatan.

“Jalan-jalan semakin hancur, belum lagi distribusi sembako dan kebutuhan masyarakat lainnya terganggu,” ucapnya.

Meski sebagian wilayah perbatasan Krayan terendam banjir, transportasi penerbangan pesawat dari Nunukan maupun Tarakan ke bandara Long Bawan Krayan masih tetap berlangsung normal.

“Sukurnya bandara tidak kebanjiran, jadi keberangkatan penumpang dan barang dari Nunukan atau Tarakan ke Krayan masih berjalan,” jelasnya.

Saat ini BPBD Nunukan masih mendata imbas dan kerusakan akibat banjir sekaligus menghimbau masyarakat untuk tetap waspada potensi debit air semakin tinggi dalam beberapa hari kedepan.

“Ada beberapa mobil terjebak dalam banjir, kalau sudah begitu sopirnya pasti menginap di hutan menunggu bantuan mobil lain menarik keluar dari lumpur,” ungkapnya.

Penulis: Budi Anshori | Editor: Intoniswan

Tag: