Kredit Kalimantan Timur November 2025 Rp192 Triliun

Ilustrasi Bank Indonesia

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Kredit yang disalurkan perbankan di Kalimantan Timur (Kaltim) pada November 2025 tercatat sebesar Rp192 triliun atau  tumbuh sebesar 3,90% (yoy). Penyaluran kredit  didorong oleh pertumbuhan kredit konsumsi dan kredit investasi di tengah kontraksi kredit modal kerja.

“Pertumbuhan kredit Kaltim November 3,90% itu berada di bawah pertumbuhan nasional yang sebesar 6,96% (yoy) dan cenderung mengalami tren penurunan sejak awal tahun 2024,” ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Budi Widihartanto dalam Temu Media hari Rabu (21/1/2026). Dalam acara temu media ini Budi didampingi deputinya, Bayuadi Hardiyanto dan Agus Taufik, dan acara tanya jawab dimoderatori Abraham Wahyu Nugroho.

Dijelaskan, pertumbuhan kredit Kaltim didukung oleh stabilitas sistem keuangan yang terjaga sebagaimana diindikasikan oleh tingkat Non-Performing Loan (NPL) sebesar 1,70%.

Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Kaltim pada November 2025 tercatat masih mengalami kontraksi sebesar 6,74% (yoy), disebabkan utamanya oleh penurunan giro dan deposito masing-masing sebesar 16,08% (yoy) dan 11,50% (yoy).

Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit Kaltim pada November 2025 didorong utamanya oleh kredit konsumsi dan kredit investasi yang tumbuh sebesar 7,09% (yoy) dan 5,83% (yoy).  KMK (Kredit Modal Kerja bulan November mencapai Rp66,62 triliun  (-0,21%), Kredit Investasi (KI) Rp86,78 triliun ( atau tumbuh 5,83%), dan  Kredit Konsumsi (KK) Rp38,80 triliun, tumbuh 7,09%.

“Penyaluran kredit Kaltim diiringi dengan risiko kredit (diindikasikan oleh tingkat Non-Performing Loan) yang terjaga rendah sebesar 1,70%,” kata Budi.

Dana pihak ketiga melambat

Sementara dana pihak ketiga (DPK)  Kaltim, menurut Budi,  mencapai puncak pada Triwulan IV Tahun 2022, yakni pada saat harga batubara berada pada level yang tinggi. Namun demikian, sejak peak tersebut, DPK Kaltim menunjukkan tren melambat, hingga pada November 2025, DPK Kaltim terkontraksi sebesar 6,74% (yoy) atau berada di bawah pertumbuhan DPK nasional yang sebesar 8,16% (yoy).

“Berdasarkan jenisnya, penurunan DPK Kaltim pada November 2025 didorong utamanya oleh kontraksi giro dan deposito masing-masing sebesar 16,08% (yoy) dan 11,50% (yoy). Giro tercatat Rp48,48 triliun atau  (-16,08%), tabungan Rp73,36 trilin (+3,81%), dan deposito Rp38,38 triliun (-11,50%).

“Secara historis LDR (Load to Deposit Rasio) Kaltim berada di atas 100% yang menunjukkan penyaluran kredit yang optimal,” pungkas Budi.

Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan

Tag: