Kukar Hasilkan Karet Kering 9.951 Ton Per Tahun

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Kaltim, H. Surya Dharma Herman bersama petani karet. (Foto Istimewa)

SAMARINDA.NIAGA.ASIAPerkebunan karet di Kabupaten Kutai Kartanegara menghasilkan karet kering sebanyak 9.951 ton sepanjang tahun 2019, atau hampir 18 persen dari total produksi karet kering kaltim sebanyak 52.817 ton.

“Produksi karet kering Kukar kedua terbesar setelah Kubar,” ungkap Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Kaltim, H. Surya Dharma Herman, Sabtu (31/10/2020).

Kaltim merupakan salah satu provinsi penghasil karet  terbesar di Indonesia, dengan luas areal mencapai  118.638 hektar dengan produksi sebesar 52.817 ton karet kering.

Pemasaran karet Kukar dan Kaltim pada umumnya, ada yang diekspor dan ada pula yang diserap industri dalam negeri, bahkan tahun ini karet rakyat juga dibeli Kementerian PUPR untuk dipakai sebagai campuran aspal untuk jalan.

“Mengingat penghasil utama karet adalah perkebunan rakyat, harus ada upaya untuk membina petani karet, supaya produktivitas dan mutu karet menjadi lebih baik, salah satunya adalah dengan membentuk Unit Pengolahan dan Pemasaran Hasil Bokar (UPPHB),” ungkap Surya.

Dijelaskannya, pembentukkan UPPHB sangat erat kaitannya dengan upaya meningkatkan pendapatan petani karet. Sebab lanjutnya, petani dapat menjual Bokar kepada industri atau pabrik crumb rubber dengan harga tinggi.

Diakui, hingga saat ini telah dibentuk sebanyak 10 UPPHB.

“Kami berharap jumlah UPPHB yang akan dibentuk terus bertambah agar pemberdayaan dan kesejahteraan petani karet turut meningkat,” imbuhnya.

Terakhir juga sudah dilaksanakan Bimtek Pembentukan UPPHB diikuti oleh 50 orang petani karet dari  kelompok Tani Harapan Jaya dan Sri Rejeki di Long Mesangat Kutim.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, pada akhir tahun 2019 atau diawal tahun 2020, luas perkebunan karet rakyat di Kaltim 92.179 hektar dengan rincian 41.331 hektar berupa tanaman belum menghasilkan (TBM), seluas 45.654 hektar tanaman menghasilkan (TM), dan 5.194 hektar kondisinya tanaman tua dan tanaman rusak (TT/TR).

“Produksi karet dari perkebunan rakyat itu 5.880 ton per tahun, atau rata-rata 1.114 kilogram/hektar. Jumlah tenaga kerja yang bekerja di perkebunan karet rakyat 54.852 orang,” kata Surya.

Selain itu di Kaltim juga ada perkebunan karet yang dikelola perusahaan perkebunan besar negara, atau PTPN XIII seluas 399 hektar dan seluruh tanamannya menghasilkan, produksi per tahun 385 ton karet per tahun, atau rata-rata produksi 965 kilogram/hektar, sedangkan tenaga kerja yang dipekerjakan sebanyak 148 orang.

Perusahaan besar swasta juga ada mempunyai perkebunan karet di Kaltim. Pada akhir tahun 2019, luas kebun karet swasta ini 26.060 hektar dengan rincian 23.164 hektar TBM dan 2.896 hektar TM. Produksi karetnya per tahun baru 1.552 ton, atau 536 kilogram/hektar, jumlah tenaga kerja yang dipekerjakan sebanyak 8.358 orang.

Total luas kebun karet rakyat, swasta, dan PTPN XIII di Kaltim, akhir tahun 2019 adalah 118.638 hektar dengan rincian TBM seluas 64.495 hektar, TM  seluas 48.949 hektar, dan tanaman karet sudah tua dan rusak 5.194 hektar.

“Produksi total karet Kaltim tahun lalu 52.817 ton, atau rata-rata produksi 1.079 kilogram/hektar. Tenaga kerja yang bekerja di perkebunan karet seluruhnya 63.358 orang,” ungkap Surya.

Disebutkan pula, luas kebun karet di Kaltim menduduki posisi kedua setelah perkebunan kelapa sawit. Mengingat luas kebun karet dalam status TBM 64.495 hektar, maka pada tahun-tahun mendatang produksi akan meningkat, karena usia tanaman memasuki masa produksi.

“Perkebunan karet juga potensial untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya. (001)

Tag: