Kukar Kebagian Dua Event dari 20 Calendar Pariwisata Kaltim 2026

Tarian Hudoq, warisan budaya Dayak di Festival Mahakam Samarinda. (Niaga.Asia/Lydia Apriliani)

TENGGARONG.NIAGA.ASIA – Kukar Festival Budaya Nusantara (KFBN) menjadi salah satu dari dua event Kutai Kartanegara (Kukar) resmi masuk ke dalam 20 Calendar of Event (CoE) Pariwisata Kalimantan Timur (Kaltim) 2026, disamping Erau Adat Kutai di Tenggarong, Kutai Kartanegara (20 September 2026) yang sudah masuk kalender tetap.

Event budaya berskala nasional tersebut pun dijadwalkan berlangsung di Tenggarong pada 19 Juli 2026. Beragam kebudayaan Nusantara sekaligus pelaku ekonomi kreatif (ekraf) dari berbagai daerah di Indonesia dipastikan akan memeriahkan event ini.

Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi Kreatif (Ekraf) Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Zikri Umulda atau biasa dikenal dengan Kiki, menjelaskan bahwa KFBN dirancang sebagai ruang temu budaya, seni, serta kreativitas dari seluruh penjuru Tanah Air.

“Event ini diinisiasi Pemerintah Kabupaten Kukar. Nanti, berbagai kebudayaan Nusantara dipertemukan dalam satu panggung,” ujarnya, Selasa (20/1/2026).

Menurut Kiki, kehadiran KFBN ini tidak hanya berorientasi pada pertunjukan budaya semata, tetapi juga diarahkan untuk menggerakkan ekraf daerah. Melalui festival ini, pelaku ekraf lokal akan mendapatkan ruang promosi dan jejaring dengan pelaku dari daerah lain.

“Harapan kami, KFBN bisa menjadi wadah penggerak ekonomi kreatif daerah, sekaligus memperkuat identitas budaya Kukar di tingkat nasional,” katanya.

Tak hanya itu, KFBN juga menjadi bagian dari rangkaian penguatan event budaya Kukar, karena digelar sebelum Erau Adat Kutai yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 dan telah masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN).

“KFBN ini event pembuka menjelang Erau. Jadi, ada kolaborasi lintas sektor, khususnya antara Dispar bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ((Disdikbud), sangat penting agar gaungnya semakin luas,” jelasnya.

Dengan masuknya KFBN ke dalam 20 CoE Kaltim 2026, Pemerintah Kabupaten Kukar berharap event ini mampu menarik kunjungan wisatawan, memperkuat ekosistem budaya, serta memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif lokal.

“Yang paling penting bukan sekadar jumlah event, tapi bagaimana event yang ada ini benar-benar memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif lokal,” pungkasnya.

Adapun 20 CoE Pariwisata Kaltim tahun 2026 yang baru saja diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Kaltim sebagai berikut:

– Pekan Raya Kaltim di Samarinda (9-11 Januari 2026);

– Creative Night Market di Bontang Kuala, Bontang (13 Februari 2026);

– Festival Adat dan Budaya Lom Plai di Desa Nehas Liah Bing, Muara Wahau, Kutai Timur (26 April 2026);

– Festival Taka Turon di Danau Gantung Temiang, Paser (4 Juni 2026);

– Maratua Jazz dan Diva Fiesta di Maratua, Berau (11 Juni 2026);

– Festival Budaya Dayak Kenyah di Desa Budaya Pampang, Samarinda (25 Juni 2026);

– Festival Budaya Bekudung Betiung di Sambaliung, Berau (26 Juni 2026);

– Maratua Musik Festival di Maratua, Berau (30 Juni 2026);

– Penajam Paser Utara Festival di Kelurahan Nipah-nipah, Penajam Paser Utara (1 Juli 2026);

– Kukar Festival Budaya Nusantara di Tenggarong, Kutai Kartanegara (19 Juli 2026);

– Festival Sekerat Nusantara di Bengalon, Kutai Timur (23 Juli 2026);

– Crossborder Festival di Ujoh Bilang, Mahakam Ulu (25 Juli 2026);

– Carnaval Budaya Nusantara di Samarinda (22 Agustus 2026);

– Erau Adat Kutai di Tenggarong, Kutai Kartanegara (20 September 2026);

– Balikpapan Fest di Balikpapan (24 September 2026);

– Festival Belian Adat Paser Nondoi di Kelurahan Nipah-nipah, Penajam Paser Utara (20 Oktober 2026);

– Hudoq Pakayang di Long Pahangai, Mahakam Ulu (20 Oktober 2026);

– Bontang Ekraf Festival di Bontang (30 Oktober 2026);

– Festival Danau di Barong Tongkok, Kutai Barat (5 November 2026);

– Festival Mahakam di Samarinda (6 November 2026).

Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan

Tag: