SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih menarik bagi pengusaha dalam negeri maupun asing sebagai daerah tujuan berinvestasi di Kalimantan Timur.

Berdasarkan realisasi investasi PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) periode Juli 2020 sampai dengan September 2020 (Triwulan III-2020), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kaltim mencatat, total investasi PMDN di Kukar sebesar Rp578,44 miliar atau 6,38 persen dari keseluruhan investasi PMDN di Kaltim sebesar Rp9,06 triliun.

“Investasi PMDN di Kukar sebesar Rp578,44 miliar itu, terbesar kedua setelah Balikpapan dengan nilai Rp7,56 triliun. Sedangkan Kutim berada diurutan ketiga, sebesar Rp251,23 miliar,” kata DPMPTSP Kaltim dalam rilisnya.

Dari investasi PMDN di Kukar sepanjang Triwulan III-2020, menurut DPMPTSP Kaltim, diserap tenaga kerja sebanyak 570 orang, sedangkan tenaga kerja asing 1 orang.

Diterangkan pula investasi PMDN di Balikpapan, Kukar, dan Kutim, serta daerah lainnya masuk di sektor konstruksi yang paling besar, yakni Rp5,67 triliun atau 62,55 persen, kemudian sektor industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi Rp1,83 triliun, dan sektor usaha tanaman pangan dan perkebunan sebesar Rp509,48 miliar.

“Total subsektor usaha yang dapat investasi dari PMDN di Triwulan III sebanyak 21 subsektor usaha,” ungkap DPMPTSP.

Kemudian dari investasi PMA (Penanaman Modal Asing) sepanjang Triwulan III-2020 sebesar US$ 139,75 juta atau setara Rp2,01 triliun di 10 kabupaten/kota di Kaltim, di Kukar yang paling banyak menyerap tenaga kerja Indonesia, yaitu 573 orang dan tenaga kerja asing 6 orang.

“Dari sisi serapan tenaga kerja, investasi di Kukar paling tinggi menyerap tenaga kerja, dan yang kedua Kutim menyerap sebanyak 268 orang tenaga kerja Indonesia dan 16 tenaga kerja asing,” DPMPTSP Kaltim menerangkan. (001)                                   

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *