
TENGGARONG.NIAGA.ASIA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Pekerjaan Umum Kutai Kartanegara (PU Kukar) Tahun Anggaran 2026 menggelontorkan anggaran sebesar Rp230 miliar untuk perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan maupun jembatan.
Anggaran ini mencakupuntuk perbaikan jalan sekitar 10,5 kilometer dan pembangunan sejumlah jembatan di berbagai kecamatan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kukar, Linda Juniarti, menjelaskan bahwa program perbaikan dan pembangunan jalan dan jembatan ini menyasar di 20 kecamatan di wilayah Kukar.
“Untuk perbaikan jalan kurang lebih 10,5 kilometer ini menyasar di 20 kecamatan. Selain itu, kami membangun 3 jembatan baley, 1 jembatan baru, dan merehabilitasi 1 jembatan lama,” ujar Linda, Jumat (14/2/2026).
Meski cakupan proyek cukup luas, kata Kepala Dinas PU Kukar Wiyono, Pemkab Kukar masih menghadapi tantangan terkait keterbatasan anggaran. Hal tersebut memaksa pemerintah daerah untuk memilih prioritas perbaikan berdasarkan tingkat kerusakan dan urgensi keselamatan, terutama di titik-titik rawan longsor dan rawan kecelakaan.
Beberapa lokasi seperti depan kantor Bupati Kukar Jalan Wolter Monginsidi Kelurahan Timbau dan persimpangan Imam Bonjol menjadi salah satu fokus utama perbaikan tahun ini, sementara ruas jalan lain akan diperbaiki secara bertahap menyesuaikan ketersediaan dana.
“Kami tetap memprioritaskan titik-titik rawan longsor dan rawan kecelakaan. Misalnya di depan kantor Bupati Kukar yang saat ini ditutup barrier, serta di persimpangan Imam Bonjol yang kerap memicu kemacetan dan potensi kecelakaan. Mudah-mudahan itu bisa diperbaiki,” harap Wiyono.
Data rekapitulasi kondisi jalan kabupaten per tahun 2025 menunjukkan total panjang jalan di Kukar mencapai 2.196,94 kilometer. Dari jumlah tersebut, 1.406,09 kilometer atau 64,002 persen berada dalam kondisi mantap, sedangkan 790,855 kilometer (35,998 persen) masuk kategori tidak mantap.
Kerusakan ringan tercatat sepanjang 106,76 kilometer (4,859 persen), dan kerusakan berat mencapai 684,10 kilometer (31,139 persen). Kondisi ini menjadi fokus perbaikan Pemkab Kukar tahun ini.
Ia menegaskan bahwa program perbaikan tetap menyesuaikan dengan prioritas keselamatan dan kerusakan jalan.
“Kami fokus dulu pada lokasi yang rawan longsor dan rawan kecelakaan. Tentu saja, keterbatasan anggaran menjadi pertimbangan, sehingga perbaikan harus dilakukan secara bertahap,” jelasnya.
Dengan anggaran Rp230 miliar yang telah disediakan tahun ini, Pemkab Kukar berharap dapat memperbaiki sejumlah titik kritis sekaligus membangun infrastruktur pendukung yang bisa menunjang mobilitas masyarakat.
Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan
Tag: Infrastrukturjalan dan jembatan