Jenazah terduga kurir 3,7 kg sabu Tahang Tenri terbujur kaku di kamar jenazah RSUD AW Syachranie Samarinda, Rabu (8/1). (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Tim gabungan Direktorat Reserse Narkoba dan Resmob Polda Kalimantan Timur, menembak mati terduga kurir 3,7 kg sabu di Samarinda, Tahang Tenri (26) Selasa (7/1) malam. Sabu itu, diketahui dibawa dari Tawau, Malaysia.

“Selasa malam, tepatnya pukul 23.00 Wita, di Jalan Kerukunan Samarinda, di Sempaja Selatan, kita lakukan penangkapan terhadap T,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Akhmad Shaury, di Mapolresta Samarinda, Rabu (8/1).

Shaury menerangkan, dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu, seberat 3,7 kg. Namun demikian, saat dilakukan penangkapan, pelaku memberikan perlawanan kepada petugas.

“Melawan petugas dan coba kabur. Sehingga, dilakukan penindakan untuk melumpuhkan. Tapi, karena situasi malam hari, sehingga pelaku terkena peluru di bagian dada,” ujar Shaury.

Dijelaskan Shaury, petugas lantas membawa pelaku ke RSUD AW Syachranie. Namun, begitu tiba di rumah sakit, pelaku meregang nyawa. “Saat digerebek itu, dia mengeluarkan parang. Untung petugas sempat menghindar,” terang Shaury.

“Dia sempat loncat di rumahnya, karena rawa dan semak tinggi. Akses ke rumahnya, jalan yang terbuat dari kayu. Iya, jalannya kayu semua,” ungkap Shaury.

Masih disampaikan Shaury, sabu itu dibawa langsung pelaku dari Tawau Malaysia. Kasus itu terungkap, setelah tim sebelumnya melakukan penyelidikan selama 2 pekan. “Sabu itu, diantaranya dibungkus dalam 2 bungkus kemasan. Belum dipecah-pecah,” terangnya.

“Kalau sabu dari Tawau, pasti lewat laut dulu, kemudian menyeberang ke Nunukan, dan Tarakan. Jadi, sebelum sampai di sini (Samarinda), melalui jalur laut dan darat,” ungkap Shaury.

Shaury sendiri tidak menampik, Samarinda masih jadi pasar menggiurkan, bagi bandar narkotika jenis sabu. “Belum sempat ada yang beredar. Barang bukti yang diamankan, masih bungkus asli semua. Iya, dibalut produk makanan,” pungkas Shaury. (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *