aa

Bupati Kutim Ismunandar dan rombongan saat berada di lokasi pengolahan sampah yang menggunakan teknologi THD di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (Foto : Humas Pemkab)

BANDUNG.NIAGA.ASIA – Guna mengurangi penumpukan sampah, Pemkab Kutim berkolaborasi dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC), bakal melakukan penanganan sampah di Kutai Timur, secara bersama-sama. Salah satu langkah yang ditempuh adalah, melakukan studi tiru ke lokasi pengolahan sampah, yang menggunakan teknologi Thermal Hydro Drive (THD), di Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (12/3) pagi.

Ketika melakukan kunjungan kerja tersebut, Bupati Ismunandar didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Suroto, Kadis Lingkungan Hidup Aji Wijaya, Camat Bengalon Suharman dan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Imam Sujono Lutfi. Selain itu ada juga Ketua DPRD Hj Encek UR Firgasih, Wakil Ketua Arpan dan anggota Uce Prasetyo.

Sedangkan pihak KPC diwakil GM ESD Wawan Setiawan, Sahruldin (Manaje), Luise G Pesireron (Manajer), Felly Lung dan Nanang Supriadi (Superintenden).

Ketika sampai di kawasan pengolahan sampah, dengan menggunakan teknologi buatan putra Indonesia itu, orang nomor satu di Kutim dan rombongan disambut Djaka Winarsa, perwakilan PT Daya Mitra Multipratama (DMM) sebagai operator teknologi THD.

Baik Bupati maupun Ketua DPRD, cukup antusias setelah melihat penanganan sampah dengan menggunakan teknologi buatan asli Indonesia tersebut. Diharapkan, Kutai Timur bisa melakukannya, sehingga dalam penanganan sampah lebih cepat dan relatif mudah, serta tidak perlu TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang luas.

GM ESD PT KPC Wawan Setiawan yang turut serta dalam kunjungan itu mendorong Pemkab Kutim, untuk melakukan pengolahan sampah dengan teknologi THD tersebut, dan bisa segera diterapkan di Kutim. Sehingga, kondisi sampah tidak terjadi penumpukan di mana-mana. (*)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *