Pemain PS Nunukan saat menjuarai Kompetisi Piala Soeratin Regional Kaltara pada Desember 2019 lalu. (Foto: Istimewa)

TARAKAN.NIAGA.ASIA – Mencuatnya nama PS Persemal Malinau sebagai peserta Piala Soeratin U-17 yang digulirkan di Malang, Jawa Timur, terus menjadi buah bibir bagi insan olahraga di Kalimantan Utara. Khususnya pencinta sepakbola.

Pelatih PS Nunukan Frakasi Mahmud menuturkan, keikutsertaan Persemal dalam kejuaraan sepakbola tingkat nasional gawean PSSI tersebut tidak sah.

“Karena tim yang berhak mengikuti kejuaraan di level nasional itu harusnya jatah PS Nunukan selaku juara Kompetisi Piala Soeratin Regional Kaltara, bukan Persemal,” kata Andul, sapaan akrabnya, Jumat (14/2).

Ketentuan tersebut telah disampaikan pada saat teknikal meeting, sebelum Piala Soeratin U-17 Regional Kaltara digulirkan pada Desember 2019 lalu di Tarakan.

“Namun setelah kami (PS Nunukan) juara regional Kaltara, tidak ada konfirmasi dari PSSI Kaltara maupun KONI Kaltara, untuk mengikuti kejuaraan nasional itu seperti yang pernah disebutkan sebelumnya,” ujarnya.

“Tapi tiba-tiba kami mendapat kabar dan melihat secara langsung di akun Instagram official PSSI, bahwa Kaltara diwakili oleh Persemal yang tidak masuk dalam kejuaraan regional Kaltara,” jelas Andul.

Bahkan, lanjut dia, materi pemain Persemal dalam kejuaraan Piala Soeratin U-17 tingkat nasional tersebut, bukan asli dari Kaltara. “Melainkan pemain asal Persenden Banjar Negara, Jawa Tengah sesuai yang kami lihat di akun official PSSI itu,” ungkapnya.

Padahal, usai menjuarai Piala Soeratin U-17 regional Kaltara yang diikuti delapan tim, tanpa Persemal Malinau, anak asuh Andul terus berlatih secara rutin yang dilakukan setiap pagi dan sore hari, guna mengikuti kejuaraan tingkat nasional.

“Tapi ternyata begini jadinya. Jelas kami sangat kecewa. Untuk itu, kami meminta Dispora Kaltara dan KONI Kaltara menindaklanjuti masalah ini agar tidak terulang lagi,” demikian Andul.

Hal senada juga dikatakan Ketua KNPI Malinau, Oktrianus Charles. “Laga itu seharusnya diwakili oleh putra-putra Malinau dengan nama klub PS Persemal, tapi ternyata dimanipulasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang mencatut nama klub,” kata Charles.

Persoalannya adalah tak satupun pemain murni dari Persemal yang ikut bertanding dalam kejuaraan nasional itu, atas nama klub kebangaan masyarakat Malinau tersebut.

“Hal ini sangat disayangkan dan merusak mental semangat generasi muda Malinau, dan merusak sistem persepakbolaan yang ada di Kabupaten Malinau,” ujarnya.

Dengan begitu, tegas Charles, dirinya merasa keberatan atas perbuatan oknum terhadap pembinaan generasi muda Malinau. “Saya meminta kepada oknum yang memanipulasi klub PS Persemal Malinau ini ditindak tegas, dan dipecat, sebagai pengurus persepakbolaan di Kaltara agar tidak terulang lagi seperti ini,” tuturnya.

“Sebagai Ketua KNPI Malinau saya sangat kecewa terhadap pembinaan generasi muda dalam bidang olahraga persepekbolaan yang ada di Kaltara ini,” demikian Charles. (003)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *