awang
Prof.DR H Awang Faroek Ishak

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Gubernur Kaltim, H Awang Faroek Ishak, sepertinya di penghujung  masa jabatannya, gemar main sindir. Saat memberikan sambutan diacara serah terima kepala BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Perwakilan Kaltim, lagi-lagi Awang main sindir.

Sindirian pertamanya, sepertinya ditujukan kepada seluruh bupati/wali kota se-Kaltim yang enggan menempatkan lulusan IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri) dijabatan camat dan memilih guru yang sebetulnya tak lain juga tim sukses bupati/wali kota saat mengikuti pilkada dan menang. “Ini menjadi masalah,  banyak lulusan IPDN tak mendapat tempat,” katanya.

Kepala BPK Perwakilan Kaltim diserah terimakan dari pelaksana tugas (Plt)  Dori Santoso kepada pejabat definitif, Raden Cornell Syarief. Serah terima jabatan, selain dihadiri gubernur Kaltim, juga hadir Ketua/Anggota VI BPK-RI, Harry Azhar Azis.

Tidak lupa juga, Wali Kota Balikpapan, HM Rizal Effendi yang maju sebagai cawagub Kaltim kembali disindirnya. “Saya tak ada masalah dengan Pak Rizal, cuma tidak memberitahukan akan maju sebagai cawagub sebelum berangkat umroh,” kata Awang.

Atas polemik ucapannya di media massa, Awang malahan menyalahkan wartawan. “Maksud saya cuma menyampaikan mengapa Pak Rizal belum lapor setelah ditetapkan KPU sebagai cawagub, tapi beritanya mengesankan saya seolah-olah mau menghambat Pak Rizal maju di pilgub,” ucapnya.

Tentang pengelolaan keuangan daerah, Awang mengatakan sudah bagus dan memperoleh opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) tiga tahun terakhir berturut-turut. Kemudian dalam rangka membetuk zona bebas korupsi, berdasarkan penilain BPK dan KPK, baru RSUD dr. Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan yang layak menyandang prediket bebas korupsi.  “Untuk 8-9 OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang diusulkan menjadi zona bebas korupsi, saat ini masih menunggu hasil penilaian BPK-KPK,” katanya. (001)

 

 

Berita Terkait