Operasi SAR di perairan Mahakam di Loa Duri, Sabtu (24/10). Korban Matheus ditemukan meninggal, Minggu (25/10) dini hari. (Foto : HO/Basarnas)

KUTAI KARTANEGARA.NIAGA.ASIA – Belum genap 24 jam, usai Matheus Bere Lamberto (49) ditemukan meninggal di Sungai Mahakam kawasan Loa Duri dini hari tadi, seorang warga kembali dilaporkan tenggelam di Sungai Mahakam.

Saripuddin (35), warga Daha Selatan, kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, kini dalam pencarian SAR gabungan di Sungai Mahakam, kawasan Kota Bangun, Kutai Kartanegara.

Dilansir Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, peristiwa itu terjadi Sabtu (24/10) sore kemarin. Saat itu, korban sedang memperbaiki kapal.

“Kejadiannya sekitar jam 5.30 sore. Korban sedang melakukan kegiatan memasang baut kemudi kapal,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Melkianus Kotta, dikutip Niaga Asia, Minggu (25/10).

Melkianus menerangkan, aktivitas itu mengharuskan korban untuk melakukan penyelaman. “Korban ini menyelam, untuk memasang baut kapal. Tapi belakangan korban tidak muncul lagi ke permukaan sungai,” ujar Melkianus.

Lantaran tidak muncul lagi ke permukaan sungai, warga sekitar menduga Saripuddin tenggelam di sungai Mahakam. “Unsur SAR gabungan di Kutai Kartanegara, sudah melakukan pencarian, hasilnya sementara nihil,” tambah Melkianus.

Tim Rescue Basarnas Unit SAR Samarinda, sekira pukul 15.30 Wita sore ini, bergerak ke Kota Bangun, menuju lokasi kejadian di Kota Bangun Ulu., membawa peralatan SAR air.

“Tim SAR yang terlibat di operasi SAR selain Basarnas, juga dari BPBD Kutai Kartanegara, Polsek Kota Bangun, dan juga rekan-rekan korban,” demikian Melkianus. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *