Penyisiran kolam yang dilakukan tim SAR gabungan untuk mencari korban Bayu Setiawan, Sabtu (22/2) pagi. (Foto : HO/Basarnas)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Bayu Setiawan (21), warga Jalan Gerilya, Samarinda, Jumat (21/2) malam, dilaporkan tenggelam di kolam bekas galian tambang batubara, di Lubuk Sawah, Samarinda Utara. Tim SAR gabungan bergerak melakukan pencarian korban.

Keterangan dilansir Basarnas, sebelum kejadian, Bayu bersama dengan 2 temannya, Luthfi (19) dan Febri (15), sedang memancing di kolam itu, sekira pukul 18.25 WITA menggunakan perahu rakit.

Belakangan, perahu karet itu kemudian tersangkut di batang pohon pinggiran kolam. Tidak ingin berlama-lama, ketiganyanya kemudian memutuskan untuk berenang.

“Mereka berenang karena perahunya tersangkut itu tadi,” kata Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Kelas A Balikpapan Octavianto, Sabtu (22/2).

Octavianto menerangkan, saat berenang, korban sempat meminta tolong dengan memegang tangan temannya. “Karena temannya tidak kuat, panik, dan teriak minta tolong. Tapi, korban sudah tidak terlihat lagi,” ujar Octavianto.

Setelah sempat dicari, korban tidak lagi muncul ke permukaam kolam. Kabar peristiwa itu akhirnya sampai ke relawan kebencanaan, dan meneruskannya ke Basarnas. “Kami terima informasi sekitar jam 9.45 malam tadi, bahwa pemancing tenggelam di kolam bekas tambang,” sebut Octavianto.

Tim SAR gabungan yang tiba di lokasi sejak Jumat (21/2) malam tadi, lengkap dengan peralatan SAR, melanjutkan upaya pencarian pagi ini. “Pagi ini pencarian dimulai sekitar jam 7 pagi,” tambah Octavianto.

“Tim Basarnas melakukan penyelaman, penyisiran bersama dengan relawan. Penyelaman pertama, belum membuahkan hasil. Untuk diketahui, kolam itu diperkirakan berkedalaman lebih dari 11 meter,” demikian Octavianto.

Tenggelamnya warga di kolam bekas tambang, bukan kejadian pertama. Sejak 2011 lalu, tercatat sudah 36 nyawa melayang di kolam bekas tambang batubara di Kalimantan Timur. Dalam catatan Niaga Asia, korban ke-36 adalah Hendrik Kristiawan (25), yang ditemukan meninggal di kolam eks tambang di Samboja, Kamis 22 Agustus 2019 lalu. (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *