Ekskavator yang selamat dari insiden longsor berikut operatornya, di areal tambang batubara di Makroman (Foto : BPBD Kota Samarinda)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Dua operator ekskavator, Ferdinan (29) dam Naorman (55), yang tertimbun longsor bersama alat berat, di areal tambang batubara di Makroman, Samarinda, Kalimantan Timur, belum berhasil ditemukan. Rencananya, tim rescue PT Lanna Harita Indonesia (LHI), bakal membantu pencarian lanjutan, Selasa (2/7) besok.

“Hari ini sampai jam 5 sore tadi, kedua korban belum berhasil ditemukan. Pencarian dilanjutkan besok pagi,” kata petugas tanggap darurat BPBD Kota Samarinda, Nanang Arifin, dikonfitmasi, Senin (1/7) malam. Nanang mengatakan, rencananya, PT LHI bakal memberikan bantuan alat berat, dan juga bantuan lampu penerangan. “Tim rescue PT Lanna besok pagi ikut bantu,” ujar Nanang.

Tambang Liar yang Menelan Korban di Sambutan Diduga di Tanah Milik Pemkot Samarinda

Polisi Pastikan 2 Pekerja Tambang Batubara di Makroman Tertimbun Longsor

Diterangkan Nanang, 1 unit ekskavator yang dikemudikan 1 operator yang selamat dari insiden longsor itu, masih berada di lokasi kejadian. “Jadi, ada 3 operator ekskavator lagi kerja. Begitu kejadian (longsor), ada 1 perator yang selamat karena memecah kaca kemudi,” tambah Nanang.

“Dua operator lainnya, masih tertimbun dengan 2 alat beratnya. Rencananya, dengan adanya lampu penerangan, kita maksimalkan waktu pencarian besok sampai malam,” terang Nanang.

Diketahui, 2 operator ekskavator dilaporkan tertimbun di lokasi tambang batubara di Makroman, Minggu (30/6) dini hari kemarin. Kepolisian juga memastikan, peristiwa itu dalam penyelidikan tim Reskrim Polresta Samarinda, dan juga Polsek Samarinda Kota. (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *