120 Ton CPO Cemari Sungai Mahakam, Diduga dari Kapal Mulia Mandiri yang Tenggelam

Tumpahan minyak diduga CPO di perairan Sungai Mahakam di Palaran, Sabtu (10/4) (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Insiden terjadi di Sungai Mahakam pagi tadi. Kapal Landing Craft Tank (LCT) tenggelam dan karam di Sungai Mahakam, kawasan bawah Jembatan Mahkota II. Dikabarkan, 120 ton muatan minyak sawit (Crude Palm Oil/CPO) tumpah dan mencemari Mahakam. Tujuh ABK selamat, satu hilang.

Keterangan diperoleh Niaga Asia di lokasi di Jalan HB Suparno, Palaran, warga dikejutkan dengan tumpahan minyak berwarna oranye kental, sekitar pukul 06.00 WITA. Tumpahan minyak itu beraroma tidak sedap.

“Saya lihat tumpahan minyak ini jam 6 pagi tadi. Ini minyak CPO, dari LCT tenggelam,” kata Capli (62), warga RT 30 Kelurahan Rawa Makmur, Palaran, ditemui Sabtu (10/4).

Minyak CPO cemari Sungai Mahakam (Foto : Niaga Asia)

Tumpahan minyak diduga CPO itu, mengakibatkan warga kesulitan memasok air buat kebutuhan Mandi, Cuci dan Kakus (MCK). “Kalau sudah begini, air tidak bisa dipakai buat MCK,” ujar Capli.

Warga pemilik keramba juga merugi. Ikan dalam keramba, jenis nila dan mas, sebagian sudah mati. Jumlahnya tidak sedikit, sekitar 100 kilogram ikan dalam keramba.

“Saya masukkan keramba, supaya ikan tetap segar saya jual kembali. Tapi kalau sudah begini, bagaimana mau dijual?” ujar warga RT 30 lainnya, M Radis (34).

Dari kerambanya, Radis pun terlihat kewalahan mengambil minyak diduga CPO yang ada dalam kerambanya. “Lama-lama ikan saya ini bisa mati semua,” ujar Radis.

Minyak CPO yang tumpah ke Mahakam beraroma menyengat dan sangat kental. Praktis warga tidak bisa menggunakan air sungai untuk MCK. (Foto : Niaga Asia)

Masih dari keterangan diperoleh Niaga Asia, LCT karam itu bernama lambung LCT Mulia Mandiri 07, bermuat 8 ABK. Dikabarkan, LCT itu berkapasitas 120 ton CPO, yang lalu lalang berlayar di Sungai Mahakam setiap harinya, mengangkut CPO.

Selain tumpahan minyak CPO mencemari Mahakam, insiden karamnya LCT juga mengakibatkan 1 orang ABK hilang, dan dalam pencarian SAR gabungan.

Dari Palaran, Niaga Asia menelusuri titik kawasan LCT tenggelam, di sekitar bawah Jembatan Mahkota II. Jaraknya sekitar 8 kilometer. Di lokasi lainnya, ada kapal lainnya sedang bersandar. Di lokasi kejadian itu, memang jadi dermaga bongkar muat.

“Benar, ada 8 ABK. Tujuh ABK selamat dalam kondisi selamat, dan aman. Satu lagi hilang dalam pencarian,” kata koordinator Basarnas Unit Siaga SAR Samarinda Riqi Effendi, di lokasi posko SAR di Mangkupalas, Samarinda Seberang.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda, Nurrahmani ketika dikonfirmasi Niaga.Asia mengatakan, berdasarkan laporan warga, yang tumpah ke sungai itu memang CPO, sedangkan asal-usul CPO, sementara ini patut diduga dari kapal Mulia Mandiri.

“Saat ini tim dari Gakkum (penegak hukum) terpadu sudah turun ke lapangan melakukan pengecekan, dan akan disusul pula nanti oleh tim dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kaltim,” kata Nurrahmani yang akrab dipanggil Yama.

Penulis : Saud Rosadi dan Intoniswan | Editor : Saud Rosadi

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *