Rata-rata lebar Sungai Karang Mumus di belakang Pasar Segiri kurang dari 25 meter, selain itu sungai juga dipenuhi tiang-tiang bangunan dan jembatan, menyebabkan aliran air tersendat dari ulu ke muara Sungai Karang Mumus sepanjang tahun di musim hujan, (Foto Intoniswan/Niaga.Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Untuk melebarkan badan Sungai Karang Mumus (SKM) di belakang Pasar Segiri Samarinda, Kalimantan Timur 40 meter dan bersih dari berbagai macam tiang-tiang kayu, total ada 234 bangunan semi permanen warga di RT 28 Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu yang akan dibongkar Pemerintah Kota Samarinda.

Asisten Sekretaris Kota Samarinda Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Nina Endang Rahayu menegaskan pembongkaran bangunan di bantaran sungai itu sudah ditunggu masyarakat Samarinda, karena akan mengurangi dampak bencana banjir di Kota Samarinda.

“Salahsatu penyebab banjir di Samarinda tak lepas karena penyempitan luasan badan SKM pada segmen belakang Pasar Segiri,” ujar Sekretaris Kota Samarinda, H Sugeng Chairuddin seraya menambahkan penyempitan badan sungai di Pasar Segiri  sudah sangat memprihatinkan, tidak sesuai lagi dengan lebar sungai aslinya.

“ Idealnya lebar sungai itu harusnya mencapai 40 meter, tapi kondisi saat ini hanya kisaran 25 meter saja,” kata Sekkot.

Jadi sambung dia, tak heran jika imbasnya sebanyak 59 ribu kepala keluarga di Kecamatan Samarinda Utara, Sungai Pinang, dan Samarinda Ulu selalu menjadi korban banjir sepanjang tahun jika  curah hujan cukup tinggi, belum lagi ditambah pasang air sungai.

“Hal ini dikarenakan SKM tidak bisa lagi menampung debit air yang turun dari hulu akibat terjadinya penyempitan di belakang Pasar Segiri,” tegasnya. (*/001)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *