aa
Akhmed Reza Fachlevi.

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Legislator Kaltim  dari dapil Kutai Kartanegara (Kukar) Akhmed Reza Fachlevi mengaku prihatin dengan nasib Desa Muhuran yang hanya menikmati listrik 5 jam setiap harinya, pasalnya Kukar adalah kabupaten yang kaya. Dirinya berencana mendorong anggaran untuk menuntaskan persoalan itu.

“Tentu sebagai Anggota DPRD Kaltim yang baru menjabat dari Dapil Kukar tentu prihatin tentang persoalan ini. Dan kami akan tindak lanjuti dengan pihak Provinsi dan pihak Pemerintah Kukar,” kata Reza yang duduk di DPRD Kaltim dari Partai Gerindra.

Lanjut Reza, persoalan yang sudah dirasakan sejak 2008 lalu menjadi PR pemerintah untuk segara memperhatikan nasib mereka. “Ini harus segera direalisasikan melalui anggaran yang dimiliki Pemerintah. Dan kami akan mendorong di legeslatif untuk menuntaskan,” jelas mantan anggota DPRD Samarinda ini

Dia menambahkan, Kukar adalah kabupaten yang kaya namun ketika masih ada persoalan seperti listrik di desa-desa harus menjadi perhatian.”Kabupaten ini katanya, kabupaten yang  kaya. Jadi  warganya harus disejahterakan, apalagi persoalan ini sudah lama terjadi,” pungkas anggota Komisi II DPRD Kaltim ini.

Diberitakan sebelumnya sejak 2008 Desa Muhuran, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar) hanya memiliki genset listrik yang dibeli desa tersebut dari dana desa dan hanya menyala pukul 18.00 sampai pukul 23.00 Wita setiap harinya.

Setiap harinya warga iuran Rp5000 per rumah untuk membeli solar dan ketika ada warga yang meninggal iuran menjadi Rp10 ribu agar bisa menyala hingga pukul 06.00 wita. Dan berharap mendapatkan perhatian.  (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *