aa

Meski masih ditemukan pelanggar lalulintas di Operasi Patuh 2019 di Kota Bontang, tapi jumlahnya sudah berkurang dibandingkan tahun 2018. (Foto Ismail/Niaga.Asia)

BONTANG.NIAGA.ASIA-Kepala Satuan Polisi Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Bontang, AKP Imam Safi’i mengatakan,  selama lima hari pelaksanaan operasi patuh Polantas sudah melakukan penindakan terhadap 410 pelanggar lalulintas.

Kasat  mengatakan bahwa, operasi patuh digelar di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas dengan harapan berkurangnya kecelakaan lalulintas di jalan raya.

Khusus di wilayah hukum Polres Bontang,  tercatat, sejak Januari hingga Agustus 2019, Polres Bontang telah menangani 32 kasus kecelakaan, yang mengakibatkan 19 orang meninggal dunia, 4 luka berat, dan 23 mengalami luka ringan.

“Target utama kami, bagaimana masyarakat lebih sadar dalam berlalu lintas agar tingkat kecelakaan di Kota Bontang dapat diminimalisir,” kata Imam saat di temui di ruangannya.

Selain itu, Imam mengatakan, Polisi dalam Operasi Patuh tahun ini tidak menentukan target pelanggaran, akan tetapi lebih mengedepankan bagaimana  masyarakat dapat patuh dan taat dalam berlalu lintas seperti selalu membawa surat-surat kendaraan dan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Dijelaskan pula, dari operasi yang sudah berjalan 5 hari ini,  terlihat tingkat kesadaran masyarakat sangat meningkat. Hal itu  terlihat memasuki hari ke 6 operasi patuh baru 410 pelanggar yang masuk daftar Polantas Polres Bontang

“Menurun dibandingkan Operasi Patuh tahun 2018 angka pelanggaran lalu lintas  sebanyak 1.354,” kata Kasat Lantas. “Kami harap kedepan masyarakat lebih sadar berlalu lintas, bukan hanya pada waktu dilaksanakannya operasi, melainkan setiap hari saat hendak berkendara agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Kasat. (005)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *