lsi
Peneliti dari LSI Denny JA, Fadhli Fakhri Fauzan dan Dito Arif.

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Mayoritas pemilih perempuan memilih paslon gubernur Kaltim, H Rusmadi-H Syafaruddin. Sedangkan mayoritas pemilih laki-laki memilih paslon H Isran Noor-H Hadi Mulyadi.

Demikian Hasil Temuan dan Analisis Survei Pemilihan Gubernur Kaltim yang diselenggarakan lembaga survei Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA bekerjsasama dengan SIGI (Survei Strategi Indonesia) dan mitra lokalnya di Kaltim, JIP (Jaringan Isu Publik) yang dipaparkan, Fadhli Fakhri Fauzan dan Dito Arif, peneliti LSI dalam Konferensi Pers di Samarinda, Rabu (20/6/2018).

LSI melakukan survei dari tanggal 2-8 Juni 2018 di Kaltim. Metode sampling yang dipakai adalah; multistage random sampling. Jumlah responden  600 responden proporsional se-Kaltim dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Margin of error lebih kurang 4,1%.

Pilgub Kaltim: Pemilih Laki-laki dan Perempuan Nyaris Seimbang

Berdasarkan DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang disahkan KPU Kaltim, 20 April 2018, di pilgub Kaltim 2018, pemilih laki-laki dan perempuan nyaris seimbang, selisihnya hanya sekitar 3,8%. Dari total pemilih tetap  sebanyak 2.329.657 pemilih, jumlah pemilih laki-laki 1.209.363 atau 51,9% dan pemilih perempuan 48,1%.

Selain itu LSI Denny JA juga mengatakan  paslon gubernur Kaltim (Rusmadi-Syafaruddin dan Isran Noor-Hadi Mulyadi) selain saling unggul dalam memperebutkan pemilih perempuan dan laki-laki, juga bersaing ketat  menjadi yang akan terpilih nantinya menjadi orang nomor 1 di Kaltim.

Elektabilitas (keterpilihan) Rusmadi-Syafaruddin disebutkan tertinggi yakni 24,5%, Isran Noor-Hadi Mulyadi 22,3%. Sedangkan paslon H Syaharie Jaang-H Awang Ferdian Hidayat 20,9% dan H Andi Sofyan Hasdam-H Rizal Effendi 20,7%. Sedangkan pemilih yang masih merahasiakan/belum memutuskan pilihannya/tidak tahu/tidak menjawab 11,6%.

“Hitung-hitungan hasil survei menunjukkan paslon Rusmadi-Syafaruddin yang unggul, tapi karena selisih antar paslon hanya sedikit, 2-4%, ditambah pemilih belum menentukan pilihan masih ada 11,6% hasil akhir nanti masih bisa berubah,” ungkap Fadhli.

Temuan dan hasil survei LSI Denny JA juga menyimpulkan, ada 4 alasan mayoritas responden lebih memilih Rusmadi-Syafaruddin. Pertama; dianggap lebih mampu menyelesaikan masalah Kaltim. Kedua; memiliki kepribadian yang baik oleh lebih banyak orang. Ketiga; dianggap paling berkomitmen dan jujur. Keempat; program yang ditawarkan lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Temuan lain

 Fadhli dan Dito secara bergantian juga mengungkapkan temuan lain dari survei, antara lain 62% pemilih akan datang ke TPS menggunakan hal pilihnya tanggal 27 Juni 2018, lebih kurang 21% juga cenderung akan berusaha menggunakan hak pilihnya walau pada hari pemungutan suara ada hambatan cuaca, misalnya hujan.

“Dari temuan tersebut, kita memperkirakan partisipasi pemilih di pilgub Kaltim kalau tidak sampai 80%, maka angkanya dikisaran 70% lebih,” kata Dito seraya mengapresiasi kerja KPU Kaltim dan paslon serta timsesnya mesosialisasikan pilgub. Kemudian 94,1% responden mengaku sudah terdaftar sebagai pemilih, sebanyak 3,2% merasa kurang yakin sudah atau belum terdaftar. “Responden mengaku belum terdaftar 2% dan tidak tahu/tidak menjawab 0,7%,” tambahnya.

Meski demikian, keduanya mengingatkan dan perlu jadi perhatian, dari sejumlah pertanyaan yang disampaikan ke responden adalah hanya 55,9 responden yang mengetahui persis bahwa pemungutan suara untuk pilgub Kaltim tanggal 27 Juni 2018, sisanya 44,1% menjawab salah. Kemudian hanya 69,5% dari responden yang mengetahui jumlah paslon gubernur Kaltim ada 4 paslon, sedangkan 30,5% responden menjawab salah.

Kemudian, Fadhli menambahkan, keunikan dari pilgub Kaltim dibandingkan Jawa Barat yang juga mempunyai 4 paslon gubernur, di Kaltim ke-4 paslon persaingannya sangat ketat, sedangkan di Jabar hasil survei terakhir menunjukkan hanya 2 paslon bersaing ketat.  (001)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *