Ketua LSM Libas Nunukan, Fadli Wirakusumah. (foto Istimewa/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lidik Perbatasan (LIBAS) di Nunukan Fadli Wirakusumah, meminta adanya transparansi atau keterbukaan dalam penggunaaan anggaran Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Nunukan.

“Nilai anggaran Rp 3,6 miliar diambil dari alokasi APBD Nunukan, ada baiknya penggunaan dana dipublikasikan agar tidak menimbulkan dugaan penyimpangan,” katanya Fadli, Sabtu (28/3).

Publikasi penggunaan anggaran Covid – 19 sangatlah perlu agar publik mengetahui kemana dana dibelanjakan dan untuk keperluan apa. Hal ini sebagai antisipasi menghindari tindak korupsi dana bencana sebagaimana terjadi pada kasus korupsi bantuan bencana di daerah lainnya.

Lebih lanjut, kata Fadli, Pemkab Nunukan wajib tranparan membuka ke publik berapa dana hasil sumbangan yang terkumpul dari ASN, BUMD dan sumbangan masyarakat yang secara sukarela menyisihkan sebagian pengasilan mereka.

“Dana sumbangan diluar APBD harus dipublikasikan juga, berapa hasil sumbangan instansi OPD dan BUMD dan diperuntukan untuk keperluan apa,” sebutnya.

Sejauh ini, kata Fadli,  belum pernah mendengar keterangan baik dari gugus tugas ataupun pemerintah terkait penggunaan kedua anggaran itu. Bahkan, di posko gugus tugas sekalipun tidak terpasang spanduk layaknya di daerah lain.

Agar tidak menimbulkan kecurigaan, kata Fadli, LSM LIBAS meminta agar Pemkab Nunukan ataupun gugus tugas Covid-19 bisa memberikan keterangan  apabila ada pertanyaan dari LSM, kelompok masyarakat ataupun wartawan.

“Kami akan kawal anggaran TGC Nunukan, masyarakat dan kelompok organisasi juga boleh, sama-sama kita awasi, agar misi kemanusian berjalan sesuai rencana,” sebutnya.

Fadli juga mempertanyakan instansi mana yang bertugas dan apa kewenangan dan sampai dimana,  sebab selama ini keberadaan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 hanya sebatas serimonial mempublikasi keadaan OPD dan PDP.

Masyarakat perlu mengetahui apa yang telah diperbuat Pemkab Nunukan mencegah penularan virus, setidaknya sampaikan bahwa gugus tugas melaksanakan ini dan itu, beli ini dan itu atau penyiapkan kebutuhan apa saja.

“Saya tidak berprasangka buruk, tidak salahkan kami mengingatakan dan meminta sesuatu yang tujuannya untuk kebaikan,” ungkapnya. (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *