Demo sopir truk meminta kepolisian menindak mafia solar yang kerap bikin langka solar subsidi di SPBU (foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Sopir truk di Samarinda, dibikin marah dengan ulah pengetap solar subsidi di SPBU. Sopir mengendus penyelewengan solar subsidi. Siang tadi, mereka demo di depan Polresta Samarinda, meminta polisi menindak mafia solar.

Ada sekitar 100 truk dijejer di bawah flyover Slamet Riyadi, sejak pagi hingga siang ini tadi. Sopir bersuara lantang agar polisi segera menindak mafia solar. Pedemo menyebut kelangkaan solar di SPBU disebabkan ulah mafia.

“Mafia solar ini sudah ada sejak lama. Puncaknya hari ini, kemarahan para sopir, yang antre di SPBU. Tapi, sopir tidak dapat solar,” kata humas aksi, Edi Susanto, di lokasi demo, Kamis (11/7) siang.

Menurut Edi, tidak jarang para sopir truk yang antre di SPBU, bersinggungan dengan para pengetap solar. Edi memastikan, para sopir memiliki bukti-bukti, pengetap antre di SPBU. “Iya, kami harapkan, ini bisa segera diproses kepolisian,” tegasnya.

Seharusnya, lanjut Edi, antrean di SPBU lancar dan tidak sepanjang yang belakangan terjadi di SPBU yang menjual solar. “Banyak solar, tapi diselewengkan, tidak tepat sasaran. Itu jadi penyebab antrean panjang,” sebutnya.

Tidak ada keputusuan krusial yang diambil kepolisian, terkait keluhan para sopir. Target mereka bisa menemui Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto urung. Mereka hanya diterima Wakapolresta Samarinda AKBP Dedi Agustono.

Sementara, Kasubbag Humas Polresta Samarinda Ipda Danovan menerangkan, kepolisian memastikan menindaklanjuti informasi para sopir yang berunjukrasa hari ini.

“Kita akan awasi SPBU. Soal mafia solar, baru dengar. Nanti Pak Kasat Reskrim (Kompol Sudarsono) yang memimpin. Kalau ada soal dugaan (okum petugas ikut bermain) itu, divisi provos yang nanti akan menertibkannya,” kata Danovan. (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *