Dua perwakilan GMP2KT saat diterima staf Kasi Pidsus Kejati Kaltim, Kamis (6/2). (Foto : istimewa)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Gabungan Mahasiswa Peduli Pembangunan Kaltim (GMP2KT) kembali menyambangi Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim, Kamis (6/2). Kedatangan dua perwakilan organisasi tersebut, untuk menindaklanjuti laporan yang sudah dilayangkan ke Kejati, belum lama ini.

Seperti diketahui, para mahasiswa sebelumnya mengadukan pengerjaan proyek pembangunan Pasar Rawa Indah sarat kepentingan. Mereka mensinyalir, ada pengaturan pemenang tender di proyek senilai Rp101 miliar tahun anggaran 2018-2020 ini.

Juru bicara GMP2KT Abidin mengatakan, pihaknya bakal konsisten mengawal kasus itu. Salah satunya, dengan kunjungan pada hari ini, yang merupakan tindaklanjut dari laporan yang diserahkan.

Selain itu, pihaknya dalam waktu dekat juga bakal menyerahkan bukti dukungan. “Senin depan kita akan tambah buktinya lagi. Ini kami lagi siapkan,” kata Abidin.

Kasi Penkum Kejati Kaltim Abdul Faried. (Foto : dok/Niaga Asia)

Terpisah, Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Abdul Faried menerangkan, bahwa pihaknya telah menindaklanjuti laporan dari GMP2KT. Diantaranya, berkas aduan telah diserahkan ke Asisten Intelejen (Asintel) dan Kepala Kejati Kaltim, Chairul Amir.

“Sudah kami teruskan ke penyidik, sedangkan aksi demonstrasi kemarin juga kita laporkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) di Jakarta,” ujar Faried usai menerima perwakilan mahasiswa di ruangannya.

Menurut Faried, saat ini pihak penyidik masih mendalami laporan tersebut. Keputusan adanya pelanggaran atau tidak masih dipelajari oleh penyidik. “Nanti kami sampaikan hasilnya. Sekarang masih berproses,” tutup Faried.

Untuk diketahui, sejumlah mahasiswa mengatasnamakan GMP2KT menggelar aksi di Kantor Kejati Kaltim. Mereka mensinyalir ada dugaan korupsi di balik pembangunan Pasar Rawa Indah. Seperti, temuan-temuan janggal dalam penetapan lelang. (009)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *