Demo mahasiswa mengatasnamakan Lembaga Aksi Mahasiswa Peduli Pemimpin (Lampin), di depan Kantor Kejati Kaltim, Senin (10/2). (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Puluhan mahasiswa mengatasnamakan Lembaga Aksi Mahasiswa Peduli Pemimpin (Lampin) berunjukrasa di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim, Senin (10/2). Mereka menyuarakan tuntutan, diantaranya meminta pengusutan beberapa kejanggalan proyek pembangunan di kota Bontang.

Diantaranya, Kejati Kaltim diminta untuk segera mengusut tuntas proyek mangkrak rumah sakit tipe D di Kota Bontang. Selain itu, juga terkait penyelidikan adanya dobel anggaran proyek pembangunan rumah sakit tersebut.

“Jelas ada kerugian. Yang utama, ada hutang dari keterlambatan yang belum terbayarkan. Sudah kami lampirkan juga di laporan ke Kejati. Juga, dugaan kami ada dua kali proses pelelangan,” ujar Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Wirawan kepada awak media, di sela aksi.

Selain itu, Kejati juga diminta untuk segera memproses hukum, terkait denda keterlambatan proyek rumah sakit Taman Husada senilai Rp1,1 miliar.

“Lalu, hutang juga yang lewat tenggat waktu juga sampai sekarang belum dibayarkan. Ada kejanggalan pula. Kami berharap kontraktor dan pejabat setempat agar cepat diperiksa,” tambah Wirawan.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Wirawan. (Foto : Niaga Asia)

Berdasarkan catatan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintahan (LKPP), pada Mei 2019 melelang pekerjaan konstruksi rehab sedang/berat pembangunan rumah sakit tipe D senilai Rp7,5 miliar. Sumber dana tersebut, berasal dari APBD Bontang tahun anggaran 2019, dengan satuan kerja di Dinkes Bontang.

Adapun, proyek tersebut dimenangkan CV TJ asal Kutim, yang beralamat Jalan Yos Sudarso, Sangatta. Dari pagu anggaran Rp7,5 miliar, harga penawaran sementara (HPS) Rp7.499.985.436, sedangkan tawaran CV TJ senilai Rp 7.401.548.414

Pada tahun yang sama, 17 Mei 2019 melelang pengadaan gedung dan bangunan sakit BLUD, yang bersumber dana dari APBD Bontang tahun 2019, satuan kerja rumah sakit daerah. Dengan pagu anggaran Rp12,5 miliar, HPS Rp12.445.323.025, proyek tersebut dimenangkan PT GUA asal Makassar, Sulawesi Selatan, dengan harga penawaran Rp11.207.742.098.

Serta sebelumnya, pada Juli 2018 Pemkot Bontang melelang pekerjaan fisik Klinik Rawat Jalan RSUD Taman Husada. Anggaran bersumber dari APBD 2018 oleh satuan kerja RSUD, dengan nilai pagu Rp12.409.321.923. Proyek tersebut dimenangkan PT GFB, dengan penawaran Rp 11.234.720.798.

Proyek dikerjakan selama 175 hari kalender, terhitung 2 Juli sampai 23 Desember 2018. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan, penyelesaian pekerjaan mengalami keterlambatan selama 23 hari. Dan saat diperiksa BPK, perusahaan tersebut belum dikenakan denda sebesar Rp 259.467.640.

Hasil audit BPK nomor 15.c/LHP/XIX.SMD/V/2019 tanggal 20 Mei 2019, mencatat ada beberapa paket pekerjaan tersebut yang belum melunasi denda keterlambatan. BPK merekomendasikan Wali Kota Bontang agar PPJ memotong denda keterlambatan, dari sisa pembayaran termin terakhir sebesar Rp1.127.697.621.

Kasi Penkum Kejati Kaltim Abdul Faried. (Foto : Niaga Asia)

Dikonfirmasi ke Kasipenkum Kejati Kaltim Abdul Faried, Kejati telah menerima laporan dari Lampin lengkap dengan bukti lampiran hasil pemeriksaan BPK, atas pembangunan Rumah Sakit yang ada di Kota Bontang. Juga, terkait adanya denda yang belum terbayarkan atas keterlambatan pembangunan sesuai dengan perjanjian.

“Kurang lebih ada sekitar beberapa juta, diberikan tenggang waktu untuk mengembalikan dari pihak pelaksanaan kegiatan. Ketika ada temuan BPK, dan diusulkan oleh BPK ke pemerintah setempat untuk mengembalikan. Ada tenggang waktunya di situ,” ujar Faried.

Selain itu, adanya dugaan penyelewengan anggaran yang menyebabkan hingga saat ini proyek tersebut mangkrak. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang untuk menindaklanjuti laporan itu.

“Nah, jika nanti yang bersangkutan ngeyel tidak bisa mengikuti aturan, Pemda bisa bersurat ke aparat bidang hukum untuk menindaklanjuti,” tutupnya. (009)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *