aa
Pertemuan antara massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa September Berdarah, Calon Ketua DPRD Bontang definitif, Andi Faizal Sofyan Hasdam,  dan  Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti. (Foto Ismail/Niaga.Asia)

BONTANG.NIAGA.ASIA- Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti menyampaikan permintaan maaf kepada mahasiswa yang melakukan aksi di DPRD Bontang apabila merasa mendapat tindakan yang kurang menyenangkan dari anggotanya.

Kapolres juga berjanji akan menindak tegas kepada bawahannya jika hal tersebut benar terjadi. “Saya pribadi dan atas nama Polres Bontang meminta maaf atas tindakan rekan-rekan kami, jika adek-adek masih ingin melanjutkan bisa melaporkan ke kami dan kami akan menindak tegas anggota yang melakukan hal tersebut,” kata AKBP Siswanto Mukti kepada mahasiswa yang memintanya menyampaikan permintaan maaf.

                Menurut mahasiswa, saat terjadi aksi dorong mendorong antara mahasiswa dan aparat Kepolisian di depan kantor DPRD Bontang, Kamis (26/9) siang,  ada  oknum anggota  Polres Bontang yang menendang mahasiswa sampai memar.

aa
Kerumunan mahasiswa di pelataran gedung DPRD Bontang sebelum berdialog dengan anggota DPRD Bontang. (Foto Ismail/Niaga.Asia)

Tendangan oknum Polisi tersebut, menurut mahasiswa, bentuk arogansi, karena mereka tidak melakukan aksi-aksi anarkis yang mengakibatkan keamanan di area kantor DPRD Bontang terganggu.

Selain itu, saat pihak DPRD Bontang telah setuju mengizinkan massa masuk ke dalam gedung DPRD, kembali oknum Polisi mengintimidasi para massa bahwa jika mereka melakukan anarkis maka akan langsung berurusan dengan aparat.

“Kami menganggap itu intimidasi, karena kami sudah sepakat akan menjaga ketertiban dan tidak merusak fasilitas umum di dalam gedung DPRD Bontang,” kata Saldy salah satu korban  tindakan tidak menyenangkan dari oknum Polisi. (005)

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *