Udin Hianggio (kanan) memastikan diri maju sebagai bacalon Gubernur di Pilkada Kaltara 2020 mendatang, saat jumpa pers, Jumat (22/11) malam. (Foto: Mansyur/Niaga Asia)

TARAKAN.NIAGA.ASIA – Wakil Gubernur Kaltara Udin Hianggio menegaskan untuk maju sebagai kandidat bakal calon (bacalon) Gubernur di Pilkada 23 September 2020 mendatang.

Itu dia sampaikan melalui jumpa pers, terkait pola penjaringan internal untuk bacalon wakil Gubernur, Jumat (22/11) malam tadi. Mekanismenya, melalui cara konvensi dengan melibatkan masyarakat Kaltara dalam menentukan calon pendamping Udin Hianggio.

Konvensi ini akan dibuka mulai 25-30 November 2019 di empat kabupaten dan satu kota se-Kaltara. Di setiap daerah itu, Tim Konvensi Udin Hianggio akan mendirikan posko terkait hal tersebut.

Mantan Wali Kota Tarakan itu mengatakan, konvensi bertujuan sebagai bahan pembanding dan pertimbangan partai politik, dan bukan menghilangkan peran dari partai.

Justru, kata dia, konvensi akan menjadi bahan pertimbangan yang sangat baik dari partai, sebelum memberikan rekomendasi mengusung pasangan Udin Hianggio dalam Pilgub Kaltara.

“Kita kombinasikan antara survey dengan hasil konvensi. Saya yakin, partai juga ingin calonnya menjadi pemenang dan tidak salah memberikan dukungan dan pengusungan kepada pasangan yang justru bisa kalah,” ujarnya.

Pun demikian, Haji Udin mengaku tetap menghormati keputusan partai. “Artinya jika survei dan hasil konvensi dijadikan dasar pertimbangannya, maka InsyaAllah kita berpeluang memenangkan Pilgub Kaltara. Apakah dia seorang kader partai atau non partai, yang jelas itu adalah keinginan masyarakat, maka saya siap memegang amanah rakyat dan siap menang,” katanya.

Direktur Konvensi Udin Hianggio Sukma Ardiansyah menambahkan, bahwa ada dua metodelogi yang dilakukan tim Haji Udin untuk mencari pendampingnya. Pertama, melalui jalur survei internal partai maupun konvensi, yang secara langsung melibatkan seluruh masyarakat Kaltara.

“Hasil konvensi dan hasil survei internal partai nantinya bersama-sama, akan menjadi sebuah bahan pembanding, dalam penentuan pasangannya di Pilgub Kaltara 2020 mendatang,” jelas Sukma.

Sehingga, lanjut Sukma, langkah yang ditempuh tim dianggap sangat berkeadilan dan demokrasi dengan melihat berbagai sisi dan faktor pendukung. “Kita berharap masyarakat bisa mengusulkan siapa pasangan Pak Haji,” imbuhnya.

Prinsipnya, kata Sukma, pihaknya menginginkan pendamping Haji Udin adalah orang yang tepatz dan benar-benar yang diinginkan masyarakat. “Untuk mekanismenya kami mengumumkan melalui group WhatsApp, SMS, media sosial hingga media massa,” pungkasnya. (003)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *