Tim BPBD Kota Samarinda berbaju hazmat saat menjemput salah satu jenazah pasien kasus Covid-19 di RSUD AW Sjachranie, Kamis (20/8). (Foto : istimewa/Satgas Covid-19)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Tim BPBD kota Samarinda sebagai bagian dari Satgas Covid-19, dalam 12 jam memakamkan total 6 jenazah kasus Covid-19, Kamis (20/8) hingga lewat tengah malam ini tadi. Meski memang melelahkan, semua tugas dan tanggungjawab, dijalani dan diselesaikan dengan baik.

Jenazah keenam, selesai dimakamkan sekira pukul 00.30 Wita dini hari tadi, di Pemakaman Raudhatul Jannah, di Tanah Merah. Dia adalah MA (82), laki-laki yang meninggal dengan status probable Covid-19.

Keterangan didapat Niaga Asia, MA meninggal sekira pukul 18.00 WITA, Kamis (20/8). Swab yang diuji di laboratorium PCR (Polymerase Chain Reaction) sedang berproses, setelah MA sebelumnya mengantongi hasil reaktif dari Rapid Test.

“Sekitar jam 00.30 tadi selesai memakamkan. Jadi, total yang kita makamkan ada 2 pasien meninggal positif Covid-19, dan 4 probable,” kata Kabid Kedaruratan BPBD Kota Samarinda Ifran, dikonfirmasi Niaga Asia, Jumat (21/8) siang.

Dalam catatan Niaga Asia, keenam jenazah yang dimakamkan itu, dimulai dari Kamis (20/8) tengah hari kemarin, usai waktu Dzuhur. Personel tim utama yang melakukan pemakaman dari BPBD, hanya berjumlah 9 orang.

Berita terkait :

Tambah 1, Satgas Covid-19 di Samarinda Makamkan 5 Jenazah Dalam Sehari

“Cuma 1 tim saja, ada 9 orang. Karena kami menghindari paparan (virus SARS-CoV-2). Semakin banyak orang, semakin besar potensi penularan,” ujar Ifran.

Dia menerangkan, pemakaman keenam sampai dini hari tadi, adalah pemakaman ke-35 yang dilakukan tim BPBD Kota Samarinda. Dirinci lebih jauh, 3 diantaranya dengan cara kremasi, dan sisanya dengan dilakukan penguburan.

“Ini yang terbanyak, sejak pandemi Covid-19 di Samarinda, dalam 4 bulanan terakhir ini. Ada 6 jenazah kami makamkan dalam sehari,” tambah Ifran.

Meski memang melelahkan lantaran lokasi pemakaman di utara kota Samarinda, lanjut Ifran, semua tugas dan tanggungjawab untuk memakamkan jenazah dari kasus Covid-19, tetap diselesaikan dengan baik.

“Iya, yang jelas tugas tetap jalan, dibawa enjoy, happy saja semua. Kalau dari kami, sebagai umat muslim, amal jahiriyah saja yang kita ambil,” demikian Ifran. (006)

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *