Makanan Terbuang di Jepang Diperkirakan Catat Rekor Terendah

Suasana salah satu sudut kota Tokyo, Jepang (Foto : Shahbaz Hussain Shah/pexel.com)

TOKYO.NIAGA.ASIA — Pemerintah Jepang mengatakan perkiraan total makanan terbuang dan sampah makanan di Jepang mencatat rekor paling rendah sekitar 5,22 juta ton dalam tahun fiskal 2020.

Makanan terbuang dan sampah makanan merujuk pada pengurangan massa atau nilai nutrisi makanan dalam seluruh rantai pasokan yang ditujukan bagi konsumsi manusia. Ini termasuk makanan sisa atau yang dibuang oleh rumah tangga.

Pemerintah Jepang menetapkan sasaran mengurangi makanan terbuang dan sampah makanan dari tingkat pada tahun fiskal 2000, yaitu sekitar 9,8 juta ton, menjadi separuhnya selambatnya pada tahun fiskal 2030.

Perkiraan itu menunjukkan bahwa makanan terbuang dan sampah makanan dari perusahaan, termasuk restoran, adalah sebanyak 2,75 juta ton. Angka ini 340.000 ton lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Makanan terbuang dan sampah makanan dari rumah tangga sebanyak 2,47 juta ton, penurunan 140.000 ton dibandingkan tahun sebelumnya. Kedua angka tahunan ini adalah yang paling rendah sejak statistik mulai tersedia.

Para pejabat mengaitkan penurunan itu pada meningkatnya kesadaran di masyarakat akan perlunya mengurangi makanan terbuang dan sampah makanan.

Mereka menambahkan bahwa pandemi COVID-19 mungkin juga memberikan dampak, karena orang-orang dianjurkan tidak pergi ke restoran dan tempat makan lainnya. Demikian dikutip niaga.asia dari kantor berita NHK dilansir Jumat (10/6).

Sumber : NHK | Editor : Saud Rosadi

 

Tag: