
SAMARINDA.NIAGA.ASIA — Gedung Pandurata RSUD Abdoel Wahab Sjahranie yang dibangun sejak 2023 kemarin untuk menggantikan gedung lama.rumah sakit itu, kini telah selesai dibangun dan masuk dalam masa pemeliharaan.
Gedung baru dengan peralatan yang canggih dan lengkap ini ditargetkan dapat digunakan pada Juni atau Juli 2026 nanti.
Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD AW Sjahranie Samarinda Nurliana Adriati Noor, saat mendampingi inspeksi mendadak (Sidak) Komisi IV DPRD Kaltim, Senin 9 Februari 2026.
Terkait masukan perbaikan fasilitas gedung yang disampaikan oleh Komisi IV DPRD Kaltim seperti area terbuka hingga akses jalan menuju gedung Pandurata dari gedung lama, manajemen akan menyampaikannya ke Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kaltim sebagai penanggung jawab bangunan.
“Sebelumnya kita sudah bahas dua Minggu lalu bersama instansi terkait apa yang kurang dan menjadi perhatian. Nanti yang kurang lagi akan dioptimalkan dan masuk dalam masa pemeliharaan,” kata Nurliana.
Nurliana bilang gedung Pandurata yang ditarget beroperasi selambatnya Juni 2026 nanti, dirancang memiliki fasilitas medis yang lengkap dan modern dibandingkan gedung lama. Setinggi enam lantai, gedung itu akan difungsikan sepenuhnya untuk pelayanan pasien.
“Sebagian besar ruangan sudah selesai, hanya masalah aksesibilitas yang perlu penyempurnaan di masa pemeliharaan serta pemenuhan alat-alat kesehatan baru,” ujar Nurliana.

Meski mayoritas akan diisi dengan alat kesehatan (Alkes) anyar, Nurliana menyebut pihaknya masih akan memanfaatkan beberapa Alkes dari gedung lama yang kondisinya masih sangat baik.
“Seperti tempat tidur dan lemari pasien yang sudah kami periksa dan masih layak. Karena rata-rata tempat tidur kita sudah menggunakan model canggih, jadi masih sangat mumpuni untuk ditempatkan di gedung Pandurata,” terang Nurliana.
Sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di Kalimantan Timur, RSUD AWS berkomitmen untuk mencapai standar layanan paripurna. Hal ini sejalan dengan kebijakan baru Kementerian Kesehatan yang mengubah sistem jenjang kelas menjadi berbasis kompetensi Dasar, Madya, dan Paripurna.
Untuk mendukung 24 klasifikasi layanan kesehatan di Gedung Pandurata, dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Berdasarkan perhitungan, total kebutuhan dana mencapai Rp200 miliar.
“Saat ini sudah tersedia anggaran sekitar Rp 150 miliar di Dinas Kesehatan untuk kebutuhan operasional Pandurata dan penunjang 24 layanan,” demikian Nurliana Adriati Noor.
Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi
Tag: Fasilitas KesehatanPemprov KaltimRSUD AW SjahranieRSUD AWS Samarinda