Mandi Hujan, Balita Perempuan di Samarinda Meninggal Usai Tercebur di Parit

Proses evakuasi korban balita terseret arus di Jalan Damanhuri, Sabtu (3/4) (Foto : tangkapan layar)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Khansa Nur Sabhira, balita perempuan 4 tahun yang tinggal di kawasan Jalan KH Damanhuri, Samarinda, sore ini meninggal usai terseret arus deras parit, di tengah guyuran hujan deras. Lima orang dimintai keterangan kepolisian terkait peristiwa itu.

“Iya benar, korban balita meninggal,” kata Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang Iptu Ahmad Wira, dikonfirmasi Niaga Asia, Sabtu (3/4) sore.

Wira menerangkan, dari keterangan saksi mata, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.40 WITA, di tengah guyuran hujan deras. “Korban lagi mandi hujan dengan 5 temannya, di sekitar rumahnya,” ujar Wira.

“Kemudian korban terpeleset di parit, terseret arus. Warga mencari korban, dengan menelusuri parit. Sekitar jam 3.20 sore ini, korban ditemukan berjarak sekitar 300 meter dari titik awal korban terpeleset,” tambah Wira.

Dijelaskan Wira, korban kemudian dibawa ke RS Qurrata Ayun. Namun demikian, nyawanya tidak terselamatkan. “Benar. Korban meninggal di rumah sakit. Dari kejadian ini, sementara 5 saksi kita mintai keterangan. Termasuk orangtua korban,” ungkap Wira.

Dikonfirmasi terpisah Niaga Asia, Koordinator Basarnas Unit Siaga SAR Samarinda Riqi Effendi menerangkan, peristiwa nahas itu terjadi di Gang Ogok, yang masuk wilayah kelurahan Mugirejo.

“Informasi kami dapat dari rekan relawan, dan warga, saat kejadian, turun hujan, dan kondisi banjir di TKP (tempat kejadian perkara),” kata Riqi.

“Benar. Jadi setelah ditemukan, korban dibawa ke Qurrata Ayyun menggunakan motor. Korban meninggal dunia,” demikian Riqi.

 

Penulis : Saud Rosadi | Editor : Saud Rosadi

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *