Masih Berkabung, NasDem Belum Mau Bicara Pengganti Wawali Samarinda

joha
H Joha Fajal. (foto Tribun Kaltim)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Masih berkabung DPD Partai NasDem Kota Samarinda belum mau bicara sosok pengganti wakil wali kota Samarinda, almarhum H Nusyirwan Ismail. “Pengisian kursi wakil wali kota itu tidak harus begitu disegerakan,” kata Ketua DPD Partai NasDem Kota Samarinda, H Joha Fajal ketika dihubungi Niaga.asia, Senin malam (5/3).

Joha yang sedang berada di luar kota mengatakan, karena tenggat waktu mengisi kursi wawali tak ada batasnya, tidak harus disegerakan, maka NasDem lebih memilih menjalani masa berkabung dulu, paling tidak sampai 21 hari meninggalnya Pak Nusyirwan. “Warga se-kota  Samarinda merasa kehilangan , terlebih NasDem,” ujarnya.

Almarhum Nusyirwan adalah wawali Samarinda yang dicalonkan bersama H Syaharie Jaang di pilkada Samarinda tahun 2015 dan dilantik 16 Pebruari 2016. Sesuai ketentuan, karena sisa masa jabatannya lebih dari 18 bulan, peraturan perundang-undangan mengharuskan diisi. Pengisian kursi wawali namanya dimusyawarahkan partai pengusung, yakni Partai Demokrat, NasDem, dan PKS. Almarhum Nusyirwan adalah kader Partai NasDem, Ketua Dewan Pembina DPD Partai NasDem Kota Samarinda.

Begini Aturan Pengisian Jabatan Wakil Wali Kota Samarinda

Menurut Joha, karena semua partai yang mengusung Pak Nus-Pak Jaang masih berkabung, belum ada satupun dari ketiga partai ingin memusyawarahkan nama-nama penggantinya almarhum. Nama yang akan diajukan nanti, lanjut Joha, sesuai ketentuan 2 (dua) orang. Nama-nama itu dikirim ke wali kota untuk diteruskan ke DPRD Samarinda untuk dipilih dalam rapat paripurna.

Selain faktor masih berkabung, lanjut dia, DPD NasDem Samarinda juga menunggu instruksi dan petunjuk dari DPW Partai NasDem Kaltim. “Saya rasa instruksi untuk membicarakan hal itu nanti baru akan saya terima pasca 21 hari almarhum Pak Nus. Tidak mendesak kok,” kata Joha. (001)