Anggota DPRD Nunukan, Andre Pratama dalam kegiatan reses bersama masyarakat Kecamatan Sebatik (Foto Istimewa/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Masyarakat di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara mengeluhkan mulai soal air bersih, belum meratanya jaringan listrik,  dan minimnya peningkatan atau perbaikan  jalan-jalan tani dikawasan perkebunan masyarakat.

“Saat bertemu masyarakat (konstituen) dikegiatan reses, keluhan masyarakat masih berkutat pada permasalahan lama yakni, air bersih, jaringan listrik dan jalan tani,” kata anggota DPRD asal Sebaik, Andre Pratama, Minggu (04/10).

Dalam reses yang digelar di tiga lokasi Kecamatan Sebatik, Andre menyebutkan, keluhan jaringan listrik ini pernah disamapikan masyarakat pada pertemuan terdahulu dan telah pula disampaikan ke manajemen PT PLN Ranting Nunukan.

Penambahan jaringan listrik RT 02 dan RT 07 Desa Bukit Harapan, Kecamatan Sebatik Tengah, telah tertampung dalam anggaran perubahan PT PLN, namun karena terkendala masa pandemi Covid-19, pekerjaan pemasangan tiang listrik ditunda.

“Sebenarnya penambahan tiang listrik ini sudah dianggarkan PLN termasuk di jalan Tebol, cuma karena Covid-19, pemasangan ditunda menunggu suasana normal,” bebernya.

Terkait kebutuhan air bersih PDAM, masyarakat di Desa Bukit Harapan meminta jaringan yang sudah terpasang bisa dialiri air bersih, sebab lokasi-lokasi pemukiman masyarakat tidak jauh dari embung Lapri di Kecamatan Sebatik Utara.

Hingga hari ini, masyarakat disana memanfaatkan air hujan sebagai air bersih untuk kebutuhan makan dan minum, yang dikala musim kemarau pasti terjadi krisis air. Untuk itulah, perlu kiranya dilakukan sambungan air PDAM ke rumah-rumah warga.

“Jaringan pipanisasinya ada, tapi sampai sekarag belum dialiri air bersih, padahal pemukiman mereka bersebelahan dengan embung Lapri,” kata Andre.

Kesulitan air dikeluhkan pula oleh petani, rata-rata persawahan disana mengandalkan air hujan. Seharusnya, pemerintah bisa menyiapkanjaringan  irigasi, terutama untuk warga RT 11 Desa Binalawan, Kecamatan Sebatik Barat.

Sampai hari ini, masyarakat di RT 08 Desa Limau, Sebatik  masih berharap adanya pembuataan jalan-jalan tani yang dapat memudahkan akses mengangkut hasil pertanian. Asumsi jalan tani ini diperkirakan sepanjang 1 kilometer.

“Kemudahan para petani harus diperhatikan, bagaimana mungkin bisa mendapatkan panen yang baik dengan hasil maksimal jika fasilitas sangat kurang,” ucapnya.

Terlepas dari persoalan air bersih dan listrik, masyarakat Desa Bukit Harapan menuju Desa Setabu sangat menginginkan perbaikan jalan, dibeberapa lokasi jalan sudah  rusak, jalan-jalan itu butuh peningkatan karena berlubang-lubang.

Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan tidak luput dari aspirasi yang disampaikan masyarakat, mereka mengusulkan pembangunan lapangan upacara dan paving blok SMP 2 Sebatik Tengah.

“Selain belum memiliki lapangan upacara, SMP 2 Sebatik Tengah belum memiliki pagar, hal ini kurang aman untuk sekolah dan pelajar,” pungkas Andre. (adv)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *