Calon penumpang di Bandara APT Pranoto berbaju Hazmat saat menjalani pemeriksaan petugas Avsec, Kamis (3/4). (Foto : UPBU Kelas I APT Pranoto)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Ada saja ulah calon penumpang pesawat di Bandara APT Pranoto Samarinda ini. Penumpang itu menggunakan baju Hazmat. Belakangan, dia diketahui adalah penumpang pesawat rute Makassar. Meski akhirnya, dia malah tertinggal pesawat.

Baju Hazmat (Hazardous Material), masuk dalam salah satu alat pelindung diri (APD), yang digunakan medis untuk menangani pasien penderita penyakit menular.

Di tengah pandemi Corona saat ini, APD baju Hazmat, menjadi barang langka. Sebab, hampir seluruh rumah sakit, menangani kasus Covid-19.

Aksi calon penumpang di Bandara APT Pranoto Samarinda, mengenakan baju Hazmat layaknya petugas medis, Kamis (3/4) kemarin, menjadi sorotan publik. Belakangan, dia diketahui calon penumpang pesawat rute Makassar.

Lazimnya calon penumpang umumnya, sejak masuk ke dalam Bandara APT Pranoto, calon penumpang itu dipastikan menjalani pemeriksaan. Terus mengenakan baju Hazmat, pria itu melakukan check in di konter maskapai.

Keunikan penumpang saat melakukan check in itu, direkam calon penumpang lainnya di terminal, dan diunggah ke media sosial twitter sejak Jumat (3/4) malam. Unggahan video berdurasi 12 detik itu pun viral, dan sampai Sabtu (4/4) sore ini, sudah ditonton lebih 6.000 kali.

“Ngapain dia pakai? Ini loh baju buat dokter. Kenapa dipakai buat check ini sih? Ya ampun. Sedih aku eh,” kata warga yang merekam menggunakan ponselnya.

Belakangan, calon penumpang berbaju Hazmat itu pun diketahui tertinggal pesawat ke Makassar. Dari komentar warganet, calon penumpang itu malah marah-marah.

“Penumpang dengan APD seperti ini di tengah kelangkaan dan kebutuhan medis. Telat ketinggalan pesawat marah-marah. Makanya pakek daster saja tidak usah gaya pakai APD kan telat jadinya,” ujar warganet mengomentari unggahan video itu.

Penelusuran Niaga Asia, penerbangan satu-satunya ke Makassar, adalah Batik Air dengan nomor penerbangan ID6686 menggunakan Airbus seri A320. Jadwal terbang adalah pukul 15.25 Wita, dan pesawat itu tinggal landas pukul 15.35 Wita.

Kepala Unit Pelaksana Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I APT Pranoto Samarinda Dodi Dharma Cahyadi, membenarkan kejadian itu, Kamis (3/4) kemarin. Namun demikian, yang bersangkutan tertinggal penerbangan.

“Iya benar. Calon penumpang ke Makassar. Kejadiannya kemarin. Ketinggalan pesawat menuju ke Makassar,” kata Dodi, dikonfirmasi Sabtu (4/4). (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *