
NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Penyelenggaraan program Makan Bergizi Graris (MBG) selama bulan Ramadan tahun 2026 tetap berjalan normal, dengan menyesuaikan waktu distribusi di masing-masing sekolah.
Pernyataan kepastian MBG selama Ramadan itu disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanjung, Karang, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan.
“MBG selama Ramadan tetap berjalan normal. SPPG tetap harus menyiapkan makanan bergizi sesuai kebutuhan di wilayahnya,” kata Dadan, Kamis 22 Januari 2025.
Meski demikian, pelaksanaan BMG untuk sekolah non muslim disajikan seperti biasa. Sedangkan bagi wilayah yang mayoritas berpuasa, diberikan makanan siap saji untuk dibawa pulang.
Selain MBG untuk pelajar, BGN telah menginstruksikan penyelenggara SPPG memberikan makan siap saji kepada para guru. Kebijakan itu sudah tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 terkait Perluasan Penerima MBG.
“Guru dan tenaga kependidikan sudah dijamin menerima MBG layaknya anak-anak pelajar,” ujar Dadan.
Dia juga menerangkan, perubahan MBG di bulan Ramadan hanya sebatas mekanisme skema penyaluran. Sedangkan jumlah penerima baik yang berpuasa ataupun tidak berpuasa, tetap sama seperti data semula.
“Pelajar dan guru yang sedang berpuasa bisa membawa pulang MBG ke rumah. Saya yakin makanan tidak basi sampai berbuka puasa,” sebut Dadan.
Dadan berpesan, tiap daerah dapat membangun rantai pasok sendiri atas kebutuhan bahan baku kebutuhan MBG. Misalnya, di Pulau Sebatik banyak pohon kelor dan pisang yang bisa dimanfaatkan untuk sayuran.
Produktivitas menanam buah dan sayuran secara tidak langsung akan mengurangi ketergantungan pemilik SPPG di Sebatik, dalam mendatangkan bahan baku dari luar daerah maupun produk Malaysia.
“Saya lihat sendiri di tiap rumah warga Sebatik banyak pohon kelor dan pisang. Tanaman ini sebaiknya dikembangkan untuk kebutuhan MBG,” ujarnya.
Program BGM sejak ditujukan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia sebagai investasi terhadap masa depan bangsa. Anak-anak yang hari ini lahir 20 tahun lagi akan menjadi tenaga kerja produktif.
Pemenuhan nutrisi seimbang adalah adalah hak setiap anak. Untuk itu, pemerintah Indonesia sangat konsen terhadap pertumbuhan tubuh sehat karena anak sehat bisa mendapatkan peluang hidup lebih baik.
“Apabila di bulan Ramadan ya, anak-anak butuh asupan nutrisi seimbang untuk tumbuh kembang otak dan kesehatannya,” demikian Dadan.
Penulis: Budi Anshori | Editor: Saud Rosadi
Tag: Badan Gizi NasionalMakan Bergizi Gratis