Medco E&P Bina Pengrajin Es Krim “Surga” di Tarakan

nurwanti
Nurwanti pengrajin es krim “surga” binaan PT Medco E&P Tarakan. (sl pohan)

TARAKAN.NIAGA.ASIA-Nama ice cream (baca, es krim) sorga dikalangan masyarakat Tarakan, Kalimantan Utara mulai dikenal sejak setahun lalu. Berawal dari rasa minat belajar sekelompok masyarakat tentang pertanian organik di Learning Centre TIS-KEBAL (Taman Industri Sampah – Kegiatan Ekonomi Berbasis Lingkungan ) binaan PT Medco E&P Tarakan.

Pendidikan ini diikuti beberapa kelompok. Setiap kelompok beranggotakan tujuh orang yang terdiri dari mahasiswa, ibu-ibu rumahtangga, dan petani. Penyelenggara pelatihan PT Medco E&P Tarakan  mendatangkan tenaga ahli pertanian maupun pengolahan es krim.

Para peserta dibimbing mulai dari cara menanam sayuran,  membuat pupuk organik, hingga  membuat es krim, kemudian cara mengemas es krim  sebelum dipasarkan. Malalui program ini, Medco bermaksud memperkenalkan potensi sayuran untuk diolah menjadi produk yang bisa memberi nilai tambah bagi masyarakat Tarakan.

bayam
Sayuran organik, bahan baku es krim”surga”. (sl pohan)

Es krim surga  (sayuran organik) yang bahan bakunya sayur-sayuran itu diproduksi  untuk mengatasi masalah anak-anak yang tidak suka makan sayur-sayuran.  Untuk itu sayur-sayuran  dimodifikasi menjadi makanan kesukaan anak kecil berupa “ice cream sayuran” yang alami tanpa pestisida, pengawet,  pewarna dan pemanis buatan sehingga aman dikonsumsi dan sehat.

“Es krim sayuran ini tidak hanya disukai anak-anak – juga orang dewasa,” kata Nurwanti anggota kelompok Petani Organik Olahan Kreatif Anak Tarakan kepada Niaga Asia, Kamis (22/2). “Harga per gelas pun hanya Rp1.500,” tambah Nurwanti.

Pendamping dari  PT Medco E&P Tarakan, Yuli Iskandar, ST menjelaskan, kelompok binaannya sudah gencar mensosialisasikan produk es krim sayuran ini lewat berbagai event seperti workshop TJS SKK Migas Kalimantan-Sulawesi di Balikpapan Mei 2017, HUT-TNI di Tarakan.

Es Surga ini juga dipamerkan peringatan hari pangan sedunia di Tarakan, dan pameran HUT Usaha Mikro Kecil  dan Menengah (UMKM) Kaltara di depan masjid Al Ma’arif Selumit Tarakan. “Saya melihat antusias masyarakat sangat tinggi, disamping rasa enak,  harganya dapat terjangkau,” kata Yuli.

Dalam rencana kedepan, terang Yuli, kelompok masyarakat binaannya sedang mengurus legalitas sebagai payung hukumnya.  Seperti Akta Notarisnya, uji laboratorium Angka Kecukupan Gizi (AKG) di Kaltara Science Park sedang menunggu antrian.

Sementara, untuk Surat Keterangan Rekomendasi “kelayakan usaha” dari Puskesmas dalam proses. Untuk memenuhi persyaratannya kelompok binaan perusahaan yang bergerak di sektor migas ini  sudah mengikuti Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) dari Dinas Kesehatan Tarakan. ”Jika semua sudah selesai, kami akan mengurus sertifikat halal dari LPPOM MUI Kaltim,” ujar Yuli. (003)