Tim Basarnas menggunakan KN Wisanggeni bergerak dari Balikpapan untuk memulai operasi pencarian korban, Sabtu (15/8). (Foto : HO/Basarnas)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Ardianto (21), seorang pemuda pekerja perusahaan di Kutai Timur, dilaporkan melompat dari KM Aditya yang berlayar dari Samarinda tujuan Parepare, Sulawesi Selatan. Dia kini dalam pencarian tim SAR gabungan.

Keterangan dilansir Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, sebelumnya KM Aditya diketahui berangkat dari Pelabuhan Samarinda, Kamis (13/8) sore, sekira pukul 15.15 Wita.

“Kapal tujuan ke Parepare,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Melkianus Kotta, dalam penjelasan dia seperti dikutip Niaga Asia, Sabtu (15/8) sore.

Dalam perjalanan, sekira pukul 21.50 Wita, nakhoda mendapatkan kabar dari kru, adanya penumpang yang melompat ke laut. “Kabar itu dari seorang penumpang lainnya, sekaligus saksi mata atas nama Raja, warga Jeneponto,” ujar Melkianus.

Diterangkan, diketahui, penumpang yang nekat melompat itu adalah Ardianto. “Nakhoda Langsung membunyikan isyarat orang jatuh ke laut, dan mengirimkan berita ke kapal – kapal sekitar mengenai adanya orang jatuh ke laut,” terang Melkianus.

Sementara, Kasi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Octavianto menambahkan, pascakabar seorang penumpang lompat dari kapal, pihak kapal memberikan informasi kepada KMM (Kepala Kamar Mesin/Chief Engineer), untuk segera mempersiapkan kamar mesin untuk olah gerak.

“Semua kru stand by sesuai dengan tugas masing – masing. Kemudian, nakhoda melakukan olah gerak pencarian kapal berputar 3 kali, namun penumpang yang melompat tidak ditemukan,” terang Octavianto.

Memasuki hari Jumat (14/8) dini hari, setelah dilakukan pencarian selama 2 jam 16 menit, dan juga dengan mempertimbangkan semua persediaan kapal, serta ketepatan waktu tiba di tujuan, nakhoda, KMM, serta perwira berunding, dan memutuskan untuk melakukan pelayaran.

“Pada jam 00.10 LT (Local Time) hari Jumat, nakhoda melaporkan kejadian ke radio pantai Samarinda dan Balikpapan, melalui SSB (Single Side Band), namun tidak ada jawaban,” ungkap Octavianto.

Masih diterangkan Octavianto, tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan, dan ABK, bergerak ke lokasi perkiraan pemuda itu melompat dari KM Aditya, menggunakan KN Wisanggeni.

“Kami berangkat sekitar pukul 15.20 Wita sore ini, membawa peralatan SAR air, dan alat komunikasi, untuk operasi pencarian korban,” demikian Octavianto. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *