Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (Foto Pusat Penerangan Kemendagri)

PALEMBANG.NIAGA.ASIA-Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, ada dua cara untuk mengembangkan kemampuan dasar administrasi keuangan kepala desa.  Pertama para kepala desa secara sukarela, berinisiatif untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan ini secara pribadi. Caranya
tanya kepada yang sudah berhasil. Lihat dan belajar ke desa yang berhasil dan telah sukses membangun desanya. Jangan malu untuk belajar kepada kepala desa yang berhasil.

” Belajar ke situ, bagaimana caranya seperti itu, tanya, atau minta arahan, tanya kepada orang di tingkat pemerintahan kabupaten atau provinsi yang kita anggap ini orang jagoan mengerti, baik hati, dan ikhlas mau memberikan ilmunya, belajar. Ini namanya proses dari bawah, buttom up, belajar sendiri,” kata Menteri Tito saat memberi arahan di acara Rapat Kerja Percepatan Penyaluran dan Pengelolaan Dana Desa Tahun 2020, yang juga dihadiri Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar di Gedung Main Dining Hall, Komplek Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (28/02/2020).

Cara kedua, kata Tito, lewat cara top down. Melalui pelatihan yang dilakukan oleh pemerintah daerah atau Kemendagri. Jadi instansi pemerintahan yang berikan pelatihan singkat, bagaimana mengelola keuangan dan orang dengan baik. Bagaimana cara  mengelola administrasi pemerintahan, ini yang perlu diberikan.

“Yang ringan-ringanlah, dan kemudian mempelajari tadi dari pemerintah. Makanya saya  minta betul di provinsi ada BPSDM, Bandiklatnya, tolong mungkin pemerintah kabupaten atau kota juga bisa membuat kursus singkat saja. Anggarkan supaya ada pelatihan-pelatihan singkat kepada kepala desa.  Sehingga mereka secara bergilir, upaya mereka paham apa yang dikerjakan, dan bisa berinovasi dan berkreatif,” katanya. (*/001)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *