Bakrie Indo Infrastructure, Investor Pipaisasi Gas Bontang-Semarang

AA
Direktur Utama PT Bakrie & Brothers Tbk. Bobby Gafur S. Umar (dari kiri) berbincang dengan Komisaris Utama baru Adindya N. Bakrie, mantan Komisaris Utama Irwan Sjarkawi, Komisaris Independen baru Firmansah dan Wakil Direktur Utama A. Ardiansyah Bakrie, seusai rapat umum pemegang saham tahunan, di Jakarta, Jumat (27/4). Dalam RUPS tersebut pemegang saham menyetujui perubahan dan pengangkatan anggota dewan komisaris dan direksi perusahaan. JIBI/Bisnis/Dedi Gunawan

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Industri di Pulau Jawa kekurangan pasokan gas. Pasokan gas dibutuhkan dari Sumatera dan Kalimantan. Pembangunan pipa gas dari Sumatera Selatan ke Pulau Jawa, khususnya memenuhi kebutuhan industri di Provinsi Banten, sudah terbangun. Sedangkan pasokan gas untuk industri di Jawa Tengah  didesain pemerintah dari Kalimantan Timur  (kaltim) sejak tahun 2005.

Rencana pembangunan pipa gas dari Kaltim, yakni dari Bontang ke Semarang, termasuk pipa bawah laut, sudah pernah disosialisasikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dihadapan Pemerintah Provinsi Kaltim saat Gubernur Kaltim, H Suwarna AF. Reaksi tokoh masyarakat saat itu memang menolak sebab, bisa membuat industri gas di Bontang “mati” dan akan “mematikan” ekonomi  Kota Bontang.

Minggu lalu, rencana pembangunan jalur pipa gas itu mengemuka lagi saat Gubernur Kaltim, H Awang Faroek Ishak menyatakan menolak lagi proyek bernilai jutaan dolar itu. Pemegang proyek (investor) pembangunan pipa gas itu adalah PT Bakrie Indo Infrastructure (BII).

Wikipedia Indonesia menyebut BII adalah unit usaha yang sepenuhnya dimiliki oleh Bakrie & Brothers, didirikan pada tahun 2008 sebagai pengembangan Divisi Infrastruktur. Fokus BII adalah investasi pada proyek infrastruktur jalan tol, tenaga listrik, minyak & gas, pelabuhan dan telekomunikasi.

Jalan Tol Cimanggis-Cibitung adalah proyek BII bersama dengan PT Waskita Karya yang dimulai pada tahun 2008. Jalan Tol tersebut berlokasi di bagian dari Jaringan Hakarta Outer Ring Road (JORR II), dan terentang sepanjang 26.4km, yang akan peroperasi melalui kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Bogor.

Ruas tol Cimanggis Cibitung terdiri atas lima seksil; seksi I Cimanggis-Transyogi sepanjang 3.5km, Seksi II Transyogi-Cikeas, Seksi II Cikeas-Narongong sepanjang 3.5km, Seksi IV dari Narogong-Setu sepanjang 8.8kkm dan seksi V dari Setu ke Cibitung sepanjang 7.6km (Ruas tol Cimanggis Cibitung terdiri atas lima seksi, yaitu seksi I Cimanggis-Transyogi sepanjang 3,5 km, Seksi II Transyogi-Cikeas, Seksi II dari Cikeas-Narogong sepanjang 3,5 km, seksi IV dari Narogong-Setu sepanjang 8,8 km dan seksi V dari Setu ke Cibitung sepanjang 7,6 km.

Kemudian ada juga proyeknya yang disebut dengan Kalimanjan Jawa Gas (KJG) merupakan joint venture antara PT. Permata Graha Nusantara (anak usaha dari PT PGN Persero Tbk) (80%) dan PT. Bakrie and Brothers, Tbk (20%). Proyek tersebut menjalankan transportasi gas bumi melalui pipa  gas bumi Kalija memanjang sebesar 1.400km, dari pantai Kalimantan Timur hingga Semarang, Jawa Tengah, dengak kapasitas saluran hingga 1.000 mmscfd melalui jalur pipa open access

Jaringan pipa transmisi gas KJG menghubungkan sumur gas bumi milik PC Muriah Ltd. di Lapangan Kepodang, menuju Onshore Receiving Facilities (ORF) dan Unit Bisnis Pembangkit Indonesia Power di Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah, sebagai end user Tanjung Jati A adalah pembangkit listrik bertenaga batu bara 2×660 MW di Jawa Barat. Proyek tersebut bekerja sama dengan YTL Power, dan menandatangani perjanjian jual beli tenaga listrik (Power Purchase Agreement) dengan PT PLN (Persero) selama 30 tahun.

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) membentuk unit usaha infrastruktur baru PT Bakrie Indo Infrastructure. Unit usaha ini nantinya akan menggarap tiga proyek milik BNBR. “Saat ini Bakrie Indo Infrastructure sudah ada dan nantinya akan mengelola tiga proyek dari BNBR,” ujar Direktur Keuangan Bakrie & Brothers Yuanita Rohali usai RUPSLB di Hotel Intercontinental, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (17/3/2008).

Adapun proyek tersebut adalah pembangunan pipa (pipe line) senilai USD1,2 miliar, pembangkit listrik (powerplant) senilai USD1,4 miliar, dan untuk tol road senilai Rp3 triliun dengan Bobby Gafur Umar selaku Direktur Utamanya. “BNBR perusahaan yang berpengalaman dalam bidang infrastruktur dan kedepannya kami akan lebih serius mengembangkan sektor ini,” lanjutnya. Di samping itu, Yuanita juga menambahkan, untuk ke depannya akan membentuk unit usaha baru yaitu PT Bakrie Corrugated Metal yang difokuskan pada bisnis baja, pipe dan konstruksi.  (001)